Pengelola Homestay Pulau Merah Tagih Komitmen PT BSI, DPRD Banyuwangi Siap Jadi Mediator

by -26 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
HM Zaenul Arifin, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Banyuwangi (depan) siap jadi mediator pengelola home stay di Pesanggaran Banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Pengelola homestay di kawasan wisata Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, menagih komitmen PT Bumi Suksesindo (BSI) untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Hal tersebut mendapat perhatian dari anggota DPRD Banyuwangi, HM Zaenul Arifin. Politisi Partai Golkar yang akrab disapa Kaji Ipin itu mengaku telah berdiskusi dengan sejumlah pengelola homestay di kawasan Pulau Merah yang berada di sekitar wilayah ring satu PT BSI.

Menurut Kaji Ipin, pada awal PT BSI beroperasi, keberadaan perusahaan memberikan dampak ekonomi yang cukup terasa bagi masyarakat sekitar. Saat itu, banyak karyawan, investor maupun subkontraktor PT BSI yang menyewa rumah warga sebagai tempat tinggal.

“Ya mau enggak mau memang mereka itu punya uang atau ada uang dari BSI. Sehingga kalau masyarakat mau bangun homestay itu mendapatkan penghasilan. Selain itu, masyarakat sekitar yang buka warung, jualan sembako dan lain-lain pasti akan kecipratan,” ujar Kaji Ipin, Jumat (14/8/2026).

Ia menyebutkan, saat ini terdapat lebih dari 100 homestay di sekitar kawasan tambang. Fasilitas yang dimiliki masing-masing homestay juga beragam, mulai dari tiga kamar, empat kamar hingga ada yang memiliki 10 kamar.

“Memang pada waktu itu rencana teman-teman itu mau mengajukan kepada BSI, tapi mungkin karena enggak ada mediator sehingga kayaknya masih terbengkalai sampai saat ini,” imbuhnya.

Terkait harga sewa, Kaji Ipin menjelaskan, tarif homestay di sekitar kawasan tambang emas menyesuaikan kondisi dan fasilitas yang tersedia. Perbedaan harga juga dipengaruhi kelengkapan sarana prasarana, seperti pendingin ruangan dan air panas.

Menurutnya, salah satu persoalan yang menjadi keluhan PT BSI adalah fasilitas homestay yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan perusahaan. Di sisi lain, masyarakat terkendala keterbatasan modal untuk melengkapi fasilitas tersebut.

“Pada waktu itu yang menjadi keluhan BSI terutama karena mereka kepengin fasilitas komplit. Tapi warga itu selain tidak punya dana atau modal untuk beli. Sebenarnya semuanya bisa dimusyawarahkan, yang paling penting akan ada goodwill atau niat baik,” katanya.

Kaji Ipin juga meminta masyarakat sekitar tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi bersama-sama mencari solusi agar keberadaan aktivitas pertambangan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Sebagai wakil rakyat, dirinya menyatakan siap menjadi mediator antara pengelola homestay, masyarakat, pemerintah dan PT BSI untuk mencari solusi terbaik.

Ia menilai, keberadaan tambang emas di kawasan Tumpang Pitu, khususnya di wilayah ring satu seperti Pulau Merah dan Dusun Pancer, Desa Sumberagung, harus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat sekitar.

“Yang paling penting untuk rakyat bagaimana tambang emas yang ada di Tumpang Pitu, khususnya di ring satu di daerah Pulau Merah sekitarnya, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, harus betul-betul bermanfaat secara maksimal kepada masyarakat sekitar,” tegasnya.

Kaji Ipin menambahkan, dirinya siap memfasilitasi masyarakat apabila nantinya ingin mengajukan hearing atau rapat dengar pendapat dengan PT BSI.

“Saya sendiri sebagai anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi siap memfasilitasi mereka yang nanti mengajukan hearing atau mengajukan rapat dengar pendapat terkait PT BSI,” tambah Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Banyuwangi tersebut.

Sementara itu, komunikasi antara para pihak masih terus dilakukan. Camat Pesanggaran juga disebut telah menyampaikan rencana untuk mengumpulkan para pemilik homestay guna mengetahui aspirasi dan kebutuhan mereka.

“Sudah ada goodwill atau niat baik dari pemerintah sehingga nanti PT BSI juga harusnya tanggaplah terkait hal itu,” pungkas HM Zaenul Arifin.///////

iklan warung gazebo