Banyuwangi, seblang.com – Dua siswa Sekolah Rakyat (SR) Banyuwangi berhasil mencatat prestasi membanggakan dengan lolos seleksi dan menjadi bagian dari tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Banyuwangi tahun 2026.
Kedua siswa tersebut adalah M. Miqy Alul Aufa, siswa SRT 2 Banyuwangi, dan Rehan Saputra, siswa SRT 46 Banyuwangi.
Keduanya kini menjalani latihan intensif bersama anggota Paskibraka lainnya di bawah bimbingan pelatih dari TNI/Polri. Mereka dipersiapkan untuk melaksanakan tugas mengibarkan bendera dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Taman Blambangan Banyuwangi, Senin (17/8/2026).
Koordinator Pelatih Paskibraka Banyuwangi 2026, Kapten Czi Sahar Susanto, mengatakan kedua siswa Sekolah Rakyat tersebut merupakan anak-anak yang luar biasa. Menurutnya, keduanya mampu menunjukkan mental yang kuat meski berasal dari lingkungan pendidikan yang berbeda dengan mayoritas anggota Paskibraka lainnya.
“Mereka berbeda dengan teman-temannya yang berasal dari SMA, SMK maupun MA. Mereka adalah siswa Sekolah Rakyat yang baru ada tahun ini. Kemudian mental mereka luar biasa, sehingga cepat beradaptasi dan bisa segera menyesuaikan diri dengan teman-temannya,” ujar Kapten Sahar saat ditemui di Taman Blambangan Banyuwangi, Jumat (14/8/2026).
Kapten Sahar menuturkan, jika melihat latar belakang keluarga, kedua siswa tersebut berasal dari keluarga kurang mampu. Bahkan, menurutnya, kondisi ekonomi keluarga mereka tergolong sangat terbatas.
Hal itu, kata dia, terlihat ketika terdapat kunjungan keluarga selama masa pendidikan dan pelatihan Paskibraka. Kedua siswa tersebut hanya dikunjungi oleh kakaknya.
“Terlihat kemarin pada saat ada kunjungan keluarga, mereka hanya dikunjungi oleh kakaknya sendiri. Tanpa ada dari keluarga, karena mungkin dari keluarga sendiri justru minder daripada anaknya,” tuturnya.
Untuk membesarkan hati kedua siswa tersebut, para pelatih terus memberikan motivasi agar mereka tidak minder dan mampu berbaur dengan anggota Paskibraka lainnya.
“Kami sampaikan setiap hari, jangan melihat dari sekolahnya, tetapi lihat bagaimana kalian bisa bersosialisasi dengan teman-temannya. Sehingga mereka segera beradaptasi dengan teman-temannya yang ada,” jelas Kapten Sahar.
Ia menegaskan, latar belakang sekolah maupun kondisi keluarga bukan menjadi penghalang untuk berprestasi.
“Maka dari itu saya katakan, dua anak ini adalah orang-orang yang hebat,” tambahnya.
Sementara itu, Kapten Sahar menyebut persiapan tim Paskibraka Kabupaten Banyuwangi secara umum telah mencapai sekitar 95 persen. Pelatih kini tinggal melakukan pemantapan dan penyempurnaan menjelang pelaksanaan upacara pada 17 Agustus 2026.
“Hanya tinggal memoles bagaimana mereka ini memupuk semangatnya saja. Tetapi kalau untuk gerakan dan lain sebagainya, saya yakinkan anak-anak itu sudah siap untuk tampil,” imbuhnya.
Sebagai koordinator pelatih, Kapten Sahar berharap seluruh anggota Paskibraka Banyuwangi dapat tampil optimal saat menjalankan tugas. Ia juga memberikan perhatian khusus kepada anggota yang baru pertama kali mengikuti kegiatan Paskibraka agar semakin percaya diri.
“Secara pribadi memang mereka ini namanya anak-anak baru. Ada yang kadang perlu dikatakan lebih daripada teman-temannya yang lain, karena mereka mungkin masih beranggapan biasa-biasa saja,” katanya.
Menurutnya, evaluasi melalui rekaman video menjadi salah satu cara efektif untuk membantu para anggota memahami kesalahan sekaligus meningkatkan semangat berlatih.
“Begitu kita videokan, inilah kesalahanmu, mereka menyadari itu. Sehingga dengan adanya seperti itu mereka lebih semangat lagi,” pungkas Kapten Sahar.///////










