Penyakit Batuk dalam Pandangan Mama Lourend, Praktisi Spiritual

by -17 Views
Wartawan: Hari Purnomo
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Tidak semua keluhan kesehatan dipandang semata-mata dari sisi medis. Bagi praktisi spiritual Mama Lourend, batuk juga dapat dimaknai sebagai bentuk refleksi atau peringatan bagi seseorang untuk lebih memperhatikan perilaku, lisan, dan kondisi batinnya.

Mama Lourend, yang memiliki nama asli Tuti Puji Lestari, merupakan warga Dusun Temurejo, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Ia dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kerap menyampaikan pandangan spiritual kepada masyarakat.

Dalam pandangan spiritualnya, batuk dapat dimaknai sebagai bentuk peringatan dari Allah SWT, terutama ketika seseorang kurang menjaga lisannya atau menyimpan emosi negatif dalam hati.

Menurut Mama Lourend, batuk dalam perspektif spiritual bisa dikaitkan dengan kebiasaan mengomel, mengeluh, atau mengucapkan kata-kata kasar.

“Lisan yang tidak terjaga, apalagi suka menyakiti orang lain lewat ucapan, bisa menjadi pengingat agar kita memperbaiki diri,” ujarnya saat berbincang dengan wartawan, Kamis (24/9/2026).

Ia mencontohkan, seseorang yang terlalu sering membicarakan keburukan orang lain atau bergosip dapat menjadikan kondisi tersebut sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri ketika mengalami keluhan kesehatan.

Selain persoalan lisan, Mama Lourend juga mengaitkan batuk dalam perspektif spiritual dengan emosi negatif yang dipendam, seperti marah, benci, atau sakit hati.

Menurutnya, perasaan tersebut dapat menjadi beban batin yang membuat seseorang perlu melakukan refleksi terhadap dirinya sendiri.

iklan warung gazebo