Banyuwangi, seblang.com – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi melantik 24 dokter hewan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Senin (28/9/2026).
Puluhan dokter hewan tersebut merupakan lulusan kedua Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) FIKKIA Unair Banyuwangi. Para lulusan tidak hanya berasal dari Banyuwangi, tetapi juga berbagai daerah di Indonesia.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan, keberadaan dokter hewan memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan pangan, khususnya produk pangan asal hewan.
“Dokter hewan memegang peran penting dalam menjamin keamanan dan kualitas pangan asal hewan, khususnya penyediaan protein hewani yang sehat, bermutu, dan halal,” kata Mujiono.
Menurutnya, kebutuhan terhadap tenaga veteriner semakin penting seiring meningkatnya tantangan di sektor peternakan dan pangan. Ancaman penyakit zoonosis dan lintas spesies, resistensi antimikroba, ketahanan pangan hingga perubahan iklim menjadi sejumlah persoalan yang perlu diantisipasi.
Banyuwangi sendiri memiliki basis peternakan rakyat yang cukup besar, mulai dari sapi potong, sapi perah hingga unggas. Sektor tersebut turut menopang perekonomian daerah sekaligus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
“Di sinilah dokter hewan dibutuhkan. Bukan hanya untuk mengobati, tetapi untuk mencegah penyakit, meningkatkan produktivitas, menekan kematian ternak, dan meningkatkan kesejahteraan peternak,” ujarnya.
Mujiono pun mengucapkan selamat kepada 24 dokter hewan yang baru dilantik dan berharap keilmuan yang diperoleh selama pendidikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Punya Keunggulan Konservasi Satwa Liar










