Revitalisasi 258 Sekolah di Jember Dinilai Penting, Akademisi Ingatkan Pembenahan Tak Cukup Bangunan

by -12 Views
Wartawan: Nur Imatus Safitri
Editor: Herry W. Sulaksono
Perbaikan bangunan sekolah melalui Program Revitalisasi yang dilakukan Pemkab Jember.
aston banyuwangi

Aris juga menilai kompetensi guru harus menjadi perhatian dalam pembangunan pendidikan.

“Guru bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun suasana belajar yang menyenangkan, memahami karakter peserta didik, serta mampu menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” katanya.


Dalam konteks revitalisasi sekolah di Jember, Aris menilai pemerataan perlu menjadi bagian dari perencanaan. Kondisi sekolah di wilayah perkotaan dan pedesaan dapat memiliki kebutuhan berbeda sehingga data lapangan diperlukan untuk menentukan prioritas.

Menurutnya, pemerintah perlu memiliki data yang akurat mengenai kondisi bangunan, ketersediaan air bersih, toilet, dan ruang kelas. Data tersebut penting agar perbaikan benar-benar menyasar kebutuhan yang paling mendesak.

Januariya menambahkan, keberhasilan program pendidikan juga perlu diukur berdasarkan dampaknya terhadap siswa. Pemerintah tidak cukup menghitung berapa banyak gedung yang telah dibangun atau diperbaiki.

Indikator seperti kehadiran siswa, keterlibatan dalam pembelajaran, dan capaian belajar dapat menjadi bagian evaluasi untuk melihat manfaat pembenahan.

“Prestasi itu hasil dari banyak faktor yang saling menguatkan, dan tempat belajar hanya salah satunya,” ujar Januariya.

Selain kondisi sekolah dan guru, hubungan dengan keluarga juga menjadi bagian penting. Komunikasi antara sekolah dan orang tua idealnya dilakukan secara rutin agar anak mendapatkan dukungan yang konsisten.

“Ketika sekolah dan orang tua sejalan, anak merasakan lingkungan yang konsisten, dan itu memperkuat rasa aman serta motivasi belajarnya,” katanya.

Tantangan lain muncul dari perubahan lingkungan tumbuh siswa yang semakin dekat dengan teknologi digital. Januariya mengatakan Generasi Alpha terbiasa dengan konten visual dan interaktif sehingga pola pembelajaran perlu menyesuaikan tanpa mengabaikan interaksi sosial.

Guru dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu, tetapi siswa tetap perlu dilatih untuk mempertahankan fokus, mengatur diri, dan menghadapi kesulitan dalam proses belajar.

Aris juga menilai pembelajaran bagi siswa saat ini perlu kreatif dan interaktif, sekaligus tetap memberikan penguatan karakter.

Selain itu, prestasi siswa juga dipengaruhi motivasi intrinsik, kemampuan mengatur waktu, kesehatan dasar, dukungan keluarga, kemampuan berpikir kritis, dan literasi digital.

Dengan demikian, revitalisasi sekolah di Jember dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang layak. Namun, pembenahan fisik perlu disertai peningkatan kualitas guru serta perhatian terhadap aspek psikologis dan sosial siswa agar manfaat investasi pendidikan dapat dirasakan secara lebih luas.///////

iklan warung gazebo