Revitalisasi 258 Sekolah di Jember Dinilai Penting, Akademisi Ingatkan Pembenahan Tak Cukup Bangunan

by -7 Views
Wartawan: Nur Imatus Safitri
Editor: Herry W. Sulaksono
Perbaikan bangunan sekolah melalui Program Revitalisasi yang dilakukan Pemkab Jember.
aston banyuwangi

Jember, seblang.com – Program revitalisasi sekolah di Kabupaten Jember dinilai menjadi bagian penting dalam menyediakan lingkungan pendidikan yang aman dan layak bagi peserta didik. Namun, akademisi mengingatkan peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, total dana bantuan revitalisasi sekolah yang telah disalurkan mencapai Rp187,38 miliar.


Anggaran tersebut diberikan kepada 258 lembaga pendidikan yang telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Bantuan tersebut mencakup 121 sekolah negeri dan 137 sekolah swasta di Kabupaten Jember.

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember, Januariya Laili, mengatakan sarana pendidikan merupakan salah satu fondasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung siswa.

Meski demikian, kondisi gedung tidak secara otomatis menentukan prestasi peserta didik. Sejumlah faktor lain juga turut berperan, mulai dari kualitas guru, motivasi belajar, dukungan keluarga hingga kondisi psikologis siswa.

“Lingkungan yang nyaman bukan hanya sekadar kondisi fisik, jadi jangan berhenti hanya di gedung. Kita juga perlu konsen pada terciptanya rasa aman anak, relasi yang hangat dengan guru, dan keterlibatan siswa,” kata Januariya saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Kamis (1/10/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah penelitian menunjukkan adanya korelasi antara kenyamanan lingkungan belajar dan prestasi siswa. Namun, penelitian yang bersifat korelasional tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa kenyamanan sekolah menjadi penyebab tunggal prestasi.

Menurut Januariya, mekanisme tersebut antara lain berkaitan dengan well-being dan keterlibatan siswa. Anak yang merasa aman dan diterima cenderung lebih nyaman berada di kelas, tidak terlalu cemas, serta lebih berani bertanya dan mencoba.

Kondisi fisik ruang kelas tetap memiliki peran. Pencahayaan, sirkulasi udara, tingkat kebisingan, dan penataan ruangan merupakan beberapa aspek dasar yang perlu diperhatikan.

Dosen FKIP Universitas Jember, Aris Singgih, mengatakan kondisi ruangan yang buruk dapat mengganggu konsentrasi. Siswa yang belajar di ruangan panas, pengap, atau mengalami kebocoran berpotensi membagi perhatian antara materi pelajaran dan kondisi ruang yang dihadapi.

Namun, fasilitas yang lengkap juga tidak cukup apabila kualitas pembelajaran tidak berjalan dengan baik.

“Tempat belajar yang nyaman tidak hanya dimaknai sebagai gedung yang megah atau fasilitas yang lengkap. Kenyamanan juga mencakup aspek psikologis, seperti adanya rasa aman, hubungan yang positif antara guru dan murid, serta suasana belajar yang menghargai setiap individu,” ujar Aris.

Karena itu, pembenahan sarana pendidikan perlu disertai penguatan sumber daya manusia. Guru memiliki posisi penting dalam membentuk suasana kelas yang membuat siswa berani berpartisipasi.

Januariya menyebut interaksi guru dengan siswa dapat memengaruhi rasa aman anak di sekolah. Guru perlu mampu membangun relasi yang sehat, mengelola kelas secara empatik, serta menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik.

iklan warung gazebo