Pemuda RW 02 Lingkungan Sumber Ketangi Jember Ingin Nobar Film G30S/PKI Digelar Rutin Setiap Tahun

by -5 Views
Wartawan: Nur Imatus Safitri
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Jember, seblang.com – Kelompok Pemuda-Pemudi RW 02 Lingkungan Sumber Ketangi, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, berharap kegiatan nonton bareng (nobar) film Pengkhianatan G30S/PKI dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.

Harapan tersebut disampaikan setelah kegiatan nobar yang digelar pada Rabu malam (30/9/2026) mendapat dukungan dari warga. Kegiatan itu diikuti masyarakat dan generasi muda dari berbagai kelompok usia dan jenjang pendidikan.


Wakil Ketua Pemuda-Pemudi RW 02, Raihan Cahyo Khairul Gofar, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengisi waktu bersama, tetapi juga menjadi sarana mempererat kerukunan dan silaturahmi antarwarga.

“Diusahakan dilakukan setiap tahun, soalnya untuk menjalin kerukunan antarsemuanya dan silaturahmi,” kata Raihan saat dikonfirmasi di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, peserta nobar tidak hanya berasal dari kalangan pemuda. Anak-anak, pelajar, mahasiswa, hingga warga sekitar turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut Raihan, keberagaman peserta membuat nobar menjadi kesempatan untuk mempertemukan berbagai kelompok usia. Interaksi yang terbangun diharapkan dapat memperkuat hubungan sosial antarwarga.

“Jadi kita kumpul bareng, nonton bareng dan belajar bareng juga. Jadi itu sudah pasti untuk persatuannya,” tuturnya.

Selain aspek sosial, Raihan mengatakan pemutaran film tersebut juga dimaksudkan untuk mengingat kembali salah satu peristiwa sejarah yang pernah terjadi di Indonesia.

Ia menilai generasi muda perlu memiliki kesempatan untuk mengenal sejarah di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi.

“Pastinya untuk menjalin silaturahmi antar pemuda-pemudi dan masyarakat sekitar. Terus juga untuk mengingatkan kita terkait kejadian kelam yang pernah terjadi di Indonesia,” ujarnya.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Menurut Raihan, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran bersama di luar lingkungan pendidikan formal.

“Ini penting dalam alur sejarah Indonesia. Yang kedua juga untuk memberi tahu generasi-generasi yang baru bahwa di Indonesia pernah terjadi sejarah seperti ini, yang juga melibatkan para tokoh pahlawan negara Indonesia,” katanya.

Ia berharap pemahaman mengenai sejarah bangsa tetap diteruskan kepada generasi berikutnya. Menurutnya, peristiwa masa lalu perlu dipelajari agar masyarakat memahami perjalanan bangsa.

“Semoga sejarahnya tetap terjaga. Bukan untuk diulang, tapi untuk diingat dan dipelajari terkait sejarahnya,” katanya.

Seksi Keagamaan Pemuda-Pemudi RW 02 sekaligus perwakilan warga, Azkin Najwa Hudzaifa, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, nobar dapat menjadi salah satu media pembelajaran sejarah sekaligus memperluas interaksi sosial warga.

“Menurut saya ini kegiatan yang sangat positif, karena bisa jadi pembelajaran buat kita. Juga untuk menambah kesosialan kita,” ujar Azkin.

Ia mengatakan, sejarah juga dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memahami berbagai persoalan yang pernah terjadi di Indonesia. Masyarakat, menurutnya, dapat mengambil pelajaran dari masa lalu, termasuk mengenai dampak perpecahan dan perselisihan.

“Positif yaitu yang pertama sebagai pendidikan sejarah. Terus yang kedua mengenang pahlawan. Kemudian juga pengingat tentang kewaspadaan nasional seperti perpecahan, perselisihan, tentang masa yang kelam,” katanya.

Azkin berharap kegiatan seperti itu dapat terus dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran masyarakat. Dengan demikian, pembahasan sejarah tidak hanya berlangsung melalui pendidikan formal, tetapi juga dapat hadir dalam aktivitas sosial di lingkungan warga.

Penyelenggara menyebut pelaksanaan nobar mendapat dukungan masyarakat, termasuk dalam penyediaan tempat dan perangkat penayangan. Kegiatan tersebut kemudian menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul dan berkomunikasi dalam suasana kebersamaan.

Film Pengkhianatan G30S/PKI sendiri selama ini menjadi bagian dari perdebatan publik mengenai representasi sejarah peristiwa 1965. Dalam kegiatan di RW 02 tersebut, penyelenggara menempatkan pemutaran film sebagai sarana mengenal sejarah sekaligus mempererat hubungan sosial dan silaturahmi warga. ////////

iklan warung gazebo