Ipuk meminta para pedagang bersama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan pasar. Sebab, Pasar Banyuwangi tidak hanya disiapkan sebagai pusat aktivitas perdagangan, tetapi juga diarahkan menjadi salah satu destinasi wisata di pusat kota.
Pasar Banyuwangi kini memiliki bangunan dua lantai dengan konsep modern yang tetap mempertahankan unsur heritage. Desain bangunan mengadopsi karakter rumah tradisional Banyuwangi sekaligus mempertahankan bentuk asli kawasan yang memiliki nilai cagar budaya.
Revitalisasi pasar juga terhubung dengan Asrama Inggrisan yang berada di kawasan yang sama. Kedua bangunan tersebut dirancang menjadi kawasan terpadu yang menggabungkan aktivitas ekonomi masyarakat dengan wisata sejarah dan edukasi.
“Pasar ini dibangun dengan konsep baru yang lebih modern, rapi dan nyaman. Mari kita jaga kebersihan dan kerapian seluruh fasilitasnya agar pembeli semakin nyaman dan pasar ini bisa menjadi daya tarik wisata baru di pusat Kota Banyuwangi,” kata Ipuk.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Banyuwangi Heni Sugiharti mengatakan pengoperasian tahap awal Pasar Banyuwangi melibatkan 560 pedagang.
“Sesuai kesepakatan bersama, pasar mulai beroperasi hari ini. Tahap pertama ada 560 pedagang yang masuk ke lapaknya masing-masing. Sebagian sudah mulai berjualan, sebagian lainnya masih memindahkan barang dari pasar sementara,” kata Heni.
Heni mengatakan Pemkab Banyuwangi selanjutnya akan melakukan verifikasi dan validasi untuk mengatur penempatan pedagang pada tahap berikutnya.
Pedagang yang belum mendapatkan lapak akan diupayakan tetap terakomodasi dengan memanfaatkan ruang yang tersedia sesuai ketentuan.
“Untuk 560 pedagang ini, kami berharap dalam satu minggu ke depan semuanya sudah pindah ke Pasar Banyuwangi,” pungkasnya./////////////












