Ipuk Tak Ingin Media Hanya Jadi Corong, tetapi Penggerak Pembangunan Banyuwangi

by -20 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa media tidak seharusnya hanya diposisikan sebagai corong informasi. Menurutnya, media merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan pembangunan daerah.

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan derasnya arus informasi yang sulit dibendung, Ipuk menilai peran media justru semakin strategis. Media tidak lagi sekadar berlomba menjadi yang tercepat dalam menyampaikan berita, melainkan harus menjadi sumber informasi yang paling dipercaya publik.

“Kalau dulu media berlomba menjadi yang paling cepat. Sekarang tidak lagi. Yang akan dipercaya masyarakat adalah media yang kuat, bertanggung jawab, dan menyampaikan informasi yang benar,” tegas Ipuk saat menghadiri pelantikan pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Banyuwangi, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, pemerintah dapat melahirkan berbagai inovasi, prestasi, dan program pembangunan. Namun, semua itu tidak akan memberikan dampak yang optimal apabila tidak tersampaikan kepada masyarakat melalui pemberitaan yang berkualitas.

“Kita punya banyak kegiatan, banyak prestasi, banyak inovasi. Tapi kalau tidak diberitakan, masyarakat tidak akan tahu. Sebaliknya, kalau yang disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan, kepercayaan publik juga akan hilang,” ujarnya.

Ipuk menilai media memiliki kontribusi besar dalam membangun citra Banyuwangi. Kemajuan sektor pariwisata, investasi, hingga berbagai penghargaan yang diraih daerah tidak terlepas dari peran media yang terus menyampaikan berbagai capaian positif kepada masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tidak pernah memandang media hanya sebagai mitra publikasi.

Bagi kami, media bukan hanya mitra untuk menyiarkan informasi. Media adalah partner pembangunan. Maju atau tidaknya daerah juga dipengaruhi oleh bagaimana media menjalankan perannya,” katanya.

Di hadapan para jurnalis, Ipuk juga mengingatkan adanya tantangan baru di era AI. Informasi kini tersedia di mana-mana. Siapa pun dapat mengakses berita melalui gawai dalam hitungan detik. Namun, di balik melimpahnya informasi tersebut, perhatian masyarakat justru menjadi semakin sulit diperoleh.

“Inilah yang disebut attention economy. Komoditas paling mahal saat ini bukan minyak, bukan emas, bahkan bukan data. Yang paling mahal adalah perhatian manusia,” ungkapnya.

Oleh karena itu, media dituntut tidak sekadar memproduksi berita, tetapi juga menghadirkan informasi yang bermakna, bernilai, dan mampu membangun kepercayaan publik.

Ipuk mengapresiasi media siber di Banyuwangi yang selama ini turut menjaga persepsi positif terhadap daerah. Menurutnya, berbagai capaian Banyuwangi merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan media.

“Jangan sampai kerja keras yang sudah dibangun bersama rusak karena kepentingan sesaat. Mari terus menjaga Banyuwangi dengan informasi yang bertanggung jawab,” pesannya./////////

iklan warung gazebo