CEO Promedia Grup Agus Zoelis: Bisnis Informasi Tak Akan Pernah Mati

by -15 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
CEO Promedia Grup Agus Sulistriyono saat menjadi nara sumber dalam Workshop dengan tema"Menakar Peran Media dan Regulator Dalam Investasi di Daerah," di Hotel Santika Banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Chief Executive Officer (CEO) PT Promedia Grup, Agus Sulistriyono yang akrab disapa Agus Zoelis, membedah peluang bisnis media di tengah gempuran media sosial dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam Workshop bertema Menakar Peran Media dan Regulator dalam Investasi di Daerah di Hotel Santika Banyuwangi, Kamis (30/7/2026).

Menurut Agus Zoelis, bisnis informasi tidak akan pernah mati. Namun, medium atau platform penyebaran informasi terus berubah dan berganti mengikuti perkembangan teknologi.

“Dulu berita dicari dan dibaca melalui website. Kini informasi dapat dijumpai melalui berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, WhatsApp, YouTube, AI Search, hingga ChatGPT,” ujarnya.

Pria kelahiran Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, itu juga mengungkapkan data mengenai pergeseran perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi di era digital.

“Sekarang masyarakat hanya membaca berita di website sekitar 30 menit per hari. Angka tersebut kalah dibandingkan waktu yang dihabiskan di media sosial,” kata Agus Zoelis.

Ia menjelaskan, masyarakat kini rata-rata menghabiskan sekitar 1,5 jam per hari untuk menikmati berbagai konten di lini masa media sosial.

“Bahkan, durasi tertinggi justru digunakan untuk menonton video, yakni sekitar dua jam per hari. Ini menunjukkan telah terjadi pergeseran yang cukup serius, di mana website bukan lagi menjadi pilihan utama masyarakat dalam mengakses informasi,” tandas Agus Sulistriyono.

Menurutnya, perkembangan industri media saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat seiring kemajuan teknologi AI yang mampu menulis, merangkum, menerjemahkan, membuat video, hingga menghasilkan gambar—pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia.

“Bahkan jika AI dibandingkan dengan media yang hanya menulis rilis, AI dipastikan jauh lebih cepat,” terangnya.

Meski demikian, Agus menegaskan masih ada sejumlah aspek penting yang tidak dapat digantikan oleh AI, seperti kemampuan melakukan peliputan langsung, membangun jaringan, menjaga kredibilitas, serta menghadirkan kedekatan dengan masyarakat lokal.

Ia juga menekankan bahwa bisnis media saat ini tidak lagi hanya bergantung pada website. Para pengusaha media, khususnya yang tergabung dalam JMSI Banyuwangi, perlu memahami bahwa usaha media harus dibangun dalam sebuah ekosistem digital yang terintegrasi.

“Website saja tidak cukup. Harus didukung TikTok, Instagram, YouTube, WhatsApp Channel, dan AI Search,” pungkasnya.///////

iklan warung gazebo