Malang, seblang.com – Transparansi penggunaan anggaran negara dalam program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Malang menjadi perhatian. Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, mengaku hingga saat ini belum menerima daftar sekolah di Kabupaten Malang yang mendapatkan program revitalisasi dari Pemerintah Pusat. Pernyataan tersebut disampaikan Lathifah saat diwawancarai awak media usai menghadiri kegiatan Maulid Nabi di dua desa Kecamatan Bululawang, Sabtu (12/9/2026).
Lathifah bahkan mengaku belum mengetahui secara pasti sekolah mana saja yang memperoleh program tersebut, termasuk jumlah satuan pendidikan yang mendapatkan alokasi revitalisasi.
“Soal program dari Pemerintah Pusat, program pembangunan sekolah melalui revitalisasi itu saya belum menerima daftarnya. Kabupaten Malang yang menerima sekolah mana saja, saya belum menerima,” tegas Lathifah.
Menurutnya, informasi mengenai daftar penerima program penting diketahui pemerintah daerah. Terlebih, program tersebut berkaitan dengan pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan yang menggunakan anggaran negara.
Karena itu, Lathifah menyatakan akan segera meminta konfirmasi kepada kepala dinas terkait untuk memastikan sekolah-sekolah di Kabupaten Malang yang memperoleh program revitalisasi.
“Insya Allah saya akan segera mencari konfirmasi kepada kepala dinas,” ujarnya.
Belum Tahu Sekolah dan Jumlah Penerima
Ketidakjelasan informasi yang diterima Lathifah bukan hanya menyangkut nama sekolah. Ia juga mengaku belum mengetahui jumlah satuan pendidikan yang memperoleh program revitalisasi tersebut.
“Saya belum tahu. Apalagi jumlahnya saja saya belum tahu,” katanya.
Kondisi tersebut menjadi penting dalam perspektif keterbukaan publik karena program revitalisasi satuan pendidikan merupakan program strategis Pemerintah Pusat yang menyangkut penggunaan uang negara untuk pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.











