Pada pelaksanaan perdana, sektor pertanian menjadi tema dialog. Sejumlah warga menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, antara lain kebutuhan sarana produksi pertanian, irigasi, akses pupuk, dan pemasaran produk hortikultura.
Fitri, warga Kampung Melayu, menilai pertemuan langsung antara warga dan kepala daerah penting untuk memastikan persoalan masyarakat dapat diketahui secara lebih dekat.
“Saya kira, masyarakat ini perlu didengar. Apa yang menjadi keluh kesahnya bisa diketahui oleh pemimpinnya. Saya yakin Ibu Bupati pasti akan mencarikan solusi yang terbaik,” ungkapnya.
Sementara itu, Sodiq dari Kalibaru memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan aspirasi petani kopi.
“Alhamdulillah, kami bisa menyampaikan secara langsung aspirasi kami. Ditanggapi dengan baik. Semoga segera dapat diwujudkan,” jelasnya.
Pemkab Banyuwangi akan melanjutkan program Gesah Bareng Ambi Bupati secara berkala. Tema dialog akan disesuaikan dengan persoalan yang berkembang dan kebutuhan masyarakat.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan, masyarakat dapat memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan persoalan maupun aspirasi secara langsung kepada pemerintah.
“Silakan datang dan sampaikan apa yang menjadi masalah. Kita gesah bareng, kita cari solusinya bareng-bareng,” kata Mujiono. (*)










