Ratusan Relawan SPPG Blitar Raya Turun ke Jalan, Dukung Program MBG Tetap Dilanjutkan

by -3 Views
Wartawan: M Adip Raharjo
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Blitar, seblang.com – Ratusan relawan dan simpatisan yang tergabung dalam Aliansi Relawan SPPG Peta Blitar Raya menggelar aksi damai sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (27/6/2026).

Aksi yang diikuti perwakilan relawan dan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari berbagai wilayah di Blitar Raya tersebut berlangsung tertib. Para peserta membawa pesan agar program strategis nasional itu terus dilanjutkan.

Koordinator aksi, Tan Ngi Hing, S.Sos., didampingi Jaka Prasetya dan Swantantio (Tiok), mengatakan kegiatan tersebut menjadi bukti soliditas para relawan sekaligus bentuk dukungan kepada pemerintah dalam menyukseskan Program MBG.

Menurutnya, program tersebut memiliki tujuan besar untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sebagai bekal menuju Generasi Emas 2045.

“Program ini sangat luar biasa dan positif untuk kepentingan anak-anak Indonesia menuju Generasi Emas 2045 sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan meski memiliki pandangan yang berbeda terhadap kebijakan pemerintah.

“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, mari bergandengan tangan mendukung program pemerintah demi kepentingan bangsa,” ujarnya.

Tan Ngi Hing menjelaskan, manfaat Program MBG tidak hanya dirasakan oleh para penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran dapur SPPG disebut mampu membuka lapangan pekerjaan bagi relawan sekaligus menciptakan pasar bagi hasil pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Relawan bisa bekerja, menghidupi keluarga, menyekolahkan anak-anaknya. Petani, peternak, hingga pemasok hasil bumi juga memperoleh manfaat karena hasil produksinya terserap untuk kebutuhan dapur MBG,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan SPPG, Demy Alam, mengatakan aksi damai tersebut juga menjadi sarana memperkuat semangat para relawan di tengah berbagai dinamika yang berkembang terkait pelaksanaan Program MBG.

Ia menyebut relawan SPPG merupakan bagian dari pelaksana di lapangan yang turut mendukung salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

“Niat kami tulus, ikut berpartisipasi dalam pembangunan bangsa melalui pemenuhan gizi, penanganan stunting, sekaligus pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Demy, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarmitra dan relawan SPPG yang selama ini belum memiliki wadah bersama.

“Kegiatan ini bisa menjadi jembatan kolaborasi antarmitra dan relawan ke depan,” katanya.

Menanggapi aksi mahasiswa yang meminta evaluasi terhadap Program MBG, Demy mengaku menghargai sikap kritis tersebut. Menurutnya, evaluasi justru diperlukan agar pelaksanaan program semakin baik.

“Saya juga berasal dari aktivis. Daya kritis mahasiswa dibutuhkan. Yang saya dengar adalah evaluasi, bukan penghentian program. Kami pun merasakan masih ada kekurangan, tetapi perubahan sedang dilakukan. Justru kami berterima kasih karena evaluasi akan membuat program ini semakin baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Aliansi Relawan SPPG Merah Putih Jawa Timur, Bambang, memaparkan besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan Program MBG di Blitar Raya.

Ia menyebut saat ini terdapat sekitar 160 dapur SPPG yang beroperasi di wilayah Blitar Raya dengan melibatkan sekitar 7.000 relawan. Setiap dapur juga bekerja sama dengan sekitar 15 pemasok yang terdiri atas petani, peternak, hingga nelayan.

“Kalau ada 160 dapur, berarti ribuan petani, peternak, dan nelayan ikut terlibat dalam rantai pasok program ini,” katanya.

Selain menyerap tenaga kerja dan hasil produksi masyarakat, Bambang mengatakan setiap dapur MBG mampu melayani sekitar 2.000 penerima manfaat setiap hari.

“Artinya, ratusan ribu anak mendapatkan makanan bergizi setiap hari. Program ini juga menyerap kebutuhan beras, sayur, telur, hingga hasil pertanian dalam jumlah besar sehingga sangat membantu perekonomian masyarakat,” pungkasnya.////////

iklan warung gazebo