Jember, seblang.com – Sebanyak 18 siswa PAUD dan TK di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (20/5/2026).
Dugaan keracunan mencuat setelah sejumlah orang tua melaporkan anak-anak mereka mengalami keluhan kesehatan beberapa saat usai mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah siswa kemudian harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit dan puskesmas setempat.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember, David Handoko Seto, mengungkapkan informasi awal diterimanya dari laporan masyarakat pada Rabu malam.

Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi pada siang hari dan hingga malam masih dilakukan pembaruan data karena informasi awal bersumber dari laporan warga, bukan hasil asesmen medis menyeluruh.
“Berdasarkan informasi sementara yang saya terima, tercatat kurang lebih ada 18 siswa yang diduga mengalami keracunan makanan MBG,” ujar David saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
David menjelaskan, dari jumlah tersebut, empat anak menjalani perawatan inap di RSU Kaliwates, satu anak dirawat di Puskesmas Kaliwates, satu anak lainnya di Puskesmas Jember Kidul, sementara sisanya menjalani rawat jalan.
Anak-anak yang terdampak merupakan murid PAUD dan TK di wilayah Kecamatan Kaliwates, di antaranya berasal dari TK Raudlatul Thulab Jalan Gajah Mada 31, TK Hidayatullah Mubtadiin Jalan Teratai, PAUD Aster 29, serta TK Kuncup Bunga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan berasal dari SPPG Mitra Kaliwates 7 yang berlokasi di Jalan Teratai, Kecamatan Kaliwates, Jember.
“Lebih lanjut, secara internal di DPRD, persoalan ini saya koordinasikan dengan komisi yang membidangi agar segera ditindaklanjuti melalui inspeksi ke lokasi untuk mengetahui bagaimana operasional SPPG tersebut,” katanya.
Selain itu, David yang juga anggota Komisi C DPRD Jember menyampaikan bahwa Camat Kaliwates, lurah setempat, serta pekerja sosial dari Dinas Sosial telah menjenguk anak-anak yang dirawat di RSU Kaliwates maupun puskesmas pada sore hari.
Ia berharap ada tindakan tegas dari Satgas MBG dan dinas terkait.
“Apalagi informasi yang saya terima, SPPG ini sudah beberapa kali masuk laporan ke kanal Wadul Guse tetapi masih tetap beroperasi. Jika itu benar, saya minta Satgas MBG dan Bupati agar izin SPPG tersebut dicabut demi mengedepankan keselamatan anak didik menuju Indonesia Emas,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kabupaten Jember yang juga menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Jember, Achmad Imam Fauzi, melalui rilis tertulis membenarkan adanya dugaan keracunan tersebut.
Ia menyebut hingga Rabu malam jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan mencapai sekitar 18 orang, dengan rincian empat anak dirawat inap di RSU Kaliwates, satu anak di Puskesmas Kaliwates, satu anak di Puskesmas Jember Kidul, dan lainnya menjalani rawat jalan.
Fauzi menegaskan sikap Satgas MBG terhadap kejadian tersebut.
“Satgas akan tegas meminta penutupan SPPG tersebut,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Menurut Fauzi, langkah tegas terhadap SPPG Mitra Kaliwates 7 diambil karena sebelumnya tempat tersebut kerap mendapat peringatan akibat adanya keluhan masyarakat melalui kanal Wadul Guse.
Selain itu, Satgas MBG bersama instansi terkait akan turun langsung memeriksa kondisi dapur penyedia makanan MBG di wilayah tersebut.
Dalam keterangannya, ia juga menyampaikan bahwa Bupati Jember menyesalkan peristiwa itu dan menyampaikan permohonan maaf kepada para korban serta orang tua siswa.
“Kami berharap kejadian ini menjadi yang terakhir terjadi di Kabupaten Jember,” imbuhnya.
Hingga kini, penanganan medis terhadap para siswa masih berlangsung, sementara pihak terkait melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan.//////










