Kota Mojokerto, seblang.com – Di balik luas wilayahnya yang hanya sekitar 20,21 kilometer persegi dan statusnya sebagai kota terkecil di Jawa Timur, Kota Mojokerto kembali mencuri perhatian di tingkat nasional. Kota yang mengusung semangat Spirit of Majapahit itu dipilih oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI sebagai lokasi Kunjungan Lapangan Pendalaman Policy Brief peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026.
Bukan sekadar menjadi lokasi studi lapangan, Kota Mojokerto bahkan disebut sebagai “laboratorium kepemimpinan”. Berbagai kebijakan yang lahir di bawah kepemimpinan Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita dinilai berhasil mengubah keterbatasan wilayah dan minimnya sumber daya alam menjadi kekuatan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Berbagai praktik baik (best practice) yang diterapkan Pemerintah Kota Mojokerto pun akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah pusat.
Di hadapan para peserta PKN, Ning Ita menjelaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, afirmasi terhadap UMKM terus diperkuat agar mampu bertahan, tumbuh, dan naik kelas di tengah berbagai tantangan global.
Pemerintah Kota Mojokerto secara konsisten menjalankan berbagai program penguatan UMKM, antara lain melalui pelatihan upscaling, packaging dan branding, digital marketing, coaching clinic, fasilitasi promosi melalui berbagai event regional maupun nasional, hingga fasilitasi sertifikasi produk secara berkelanjutan.
“Khusus untuk sektor makanan dan minuman, dari total 4.649 UMKM, sebanyak 3.430 usaha atau 73,8 persen telah memiliki sertifikat halal. Sedangkan 1.219 usaha lainnya terus kami fasilitasi melalui skema self declare bekerja sama dengan BPJPH,” terang Ning Ita di Ruang Sabha Mandala Madya Balai Kota Mojokerto, Kamis (25/6/2026).
Keberhasilan memperkuat ekonomi kerakyatan tersebut turut tercermin dari pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto yang terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,34 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 5,32 persen. Bahkan pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto mencapai 6,05 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Jawa Timur.
Menurut Ning Ita, capaian tersebut menunjukkan bahwa strategi penguatan UMKM, koperasi, industri kecil dan menengah (IKM), serta pengembangan ekonomi kreatif yang dijalankan secara kolaboratif telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja perekonomian daerah.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tidak ingin cepat berpuas diri.
“Tentu capaian ini tidak menjadikan kami berpuas diri. Justru hal tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Mojokerto untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah agar semakin adaptif, inklusif, dan berdaya tahan dalam menghadapi berbagai tantangan dan disrupsi global,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI, Tri Widodo Wahyu Utomo, mengatakan PKN merupakan pelatihan yang dirancang untuk membentuk karakter dan kapasitas seorang pemimpin. Dalam konteks itulah Kota Mojokerto dinilai layak menjadi laboratorium kepemimpinan.
“Kota Mojokerto dapat disebut sebagai laboratorium kepemimpinan. Artinya, bagaimana kebijakan yang disusun oleh para pemimpinnya bisa diimplementasikan dan menghasilkan dampak bagi kemajuan daerah maupun kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Tri menambahkan, kemajuan Kota Mojokerto menjadi perhatian LAN RI karena mampu menunjukkan capaian yang luar biasa. Pertumbuhan ekonominya berada di atas rata-rata Jawa Timur maupun nasional, sementara aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat berkembang sangat dinamis. Kondisi tersebut menjadikan Kota Mojokerto sebagai salah satu simpul pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur yang turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, berbagai capaian tersebut merupakan praktik kepemimpinan yang layak dipelajari dan direplikasi.
“Kami ingin menggali best practice yang ada di sini untuk kemudian kami analisis dan kembangkan menjadi rekomendasi kebijakan yang akan kami sampaikan kepada para pemangku kepentingan di tingkat pusat,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 LAN RI, Hendriyanto Hadi Tjahyono, menjelaskan bahwa penyusunan policy brief angkatan kali ini secara khusus difokuskan pada tiga isu strategis, yakni penguatan UMKM, tata kelola Koperasi Desa Merah Putih, serta hilirisasi industri kecil dan menengah.
Menurut Widyaiswara Ahli Utama LAN RI tersebut, Kota Mojokerto dipilih karena memiliki banyak contoh praktik terbaik yang relevan dengan ketiga tema tersebut.
“Untuk penyusunan policy brief terkait tiga aspek tadi, kami melihat bahwa di Mojokerto banyak contoh best practice. Itulah mengapa kami datang ke Mojokerto,” jelas Hendriyanto.
Sebagai bagian dari rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026, para peserta juga dijadwalkan mengunjungi Sentra IKM Maja Barama Wastra dan Koperasi Desa Merah Putih Gunung Gedangan untuk melihat langsung implementasi berbagai kebijakan dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bagi Kota yang mengusung Spirit of Majapahit tersebut, kepercayaan dari LAN RI ini bukan yang pertama. Pada 2024, Kota Mojokerto juga menjadi lokus studi lapangan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA). Kembali dipilihnya Kota Mojokerto semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah rujukan nasional dalam pengembangan kepemimpinan birokrasi, tata kelola pemerintahan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat.///////










