Situbondo, Seblang.com – Polemik pipa pembuangan limbah milik pabrik pengolahan rumput laut di perairan Banyuglugur, Situbondo, belum juga mereda. Dua hari setelah pejabat menyatakan video yang beredar merupakan rekaman lama dan pipa tersebut sudah tidak digunakan, nelayan kembali menunjukkan video baru dari lokasi yang sama.
Rekaman yang diambil nelayan setempat pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB itu kembali memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Sebelumnya, hasil pengecekan yang dilakukan pemerintah kecamatan, Forkopimcam, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan pihak perusahaan menyimpulkan tidak ada lagi aktivitas pembuangan melalui pipa tersebut.
Video lama mungkin dapat dibantah dengan mudah. Cukup dengan menyebut rekaman tersebut diambil pada waktu yang berbeda atau merupakan dokumentasi lama.
Namun, ketika video baru kembali muncul, bantahan serupa tentu tidak lagi cukup.
Kini yang menjadi pertanyaan bukan lagi soal kapan video itu direkam, melainkan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Publik melihat dua fakta yang saling berhadapan. Di satu sisi terdapat pernyataan resmi yang menyebut pipa tersebut sudah tidak digunakan. Di sisi lain, muncul rekaman terbaru yang didokumentasikan langsung oleh nelayan dari lokasi yang sama.
Jika benar pipa itu sudah tidak aktif, seharusnya tidak sulit untuk membuktikannya.
Sebaliknya, apabila masih terdapat aktivitas yang terlihat dari pipa tersebut, publik berhak mengetahui mengapa kesimpulan sebelumnya berbeda dengan kondisi yang terekam kamera.
Yang membuat warga pesisir semakin penasaran, polemik ini mulai terlihat seperti permainan kucing-kucingan. Saat sorotan publik mengarah ke lokasi, semuanya terlihat baik-baik saja. Namun ketika nelayan kembali melaut dan merekam kondisi di lapangan, muncul lagi temuan yang berbeda.
Entah siapa yang keliru membaca situasi. Apakah pengawasan yang belum menyentuh akar persoalan, atau memang ada aktivitas tertentu yang luput dari pantauan saat inspeksi dilakukan.










