Wakil Ketua DPRD Jember Minta Sosialisasi SPMB SMA/SMK Lebih Masif Lewat Kegiatan Sekolah

by -8 Views
Wartawan: Nur Imatus Safitri
Foto: Wakil Ketua DPRD Jember Fatmawati saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (26/6/2026).
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Jember, seblang.com – Kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK di Kabupaten Jember masih menyisakan kebingungan di kalangan orang tua dan wali murid.

Meski sistem dan regulasi yang diterapkan dinilai telah berjalan sesuai aturan, minimnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme pendaftaran masih menjadi persoalan yang perlu segera diatasi melalui sosialisasi yang lebih masif.

Wakil Ketua DPRD Jember Fatmawati, menilai kebingungan yang dialami para wali murid muncul, karena adanya perubahan sistem penerimaan siswa yang berbeda dibandingkan pola yang diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya.

Ia mendapati masih banyak masyarakat yang belum memahami jalur pendaftaran yang tersedia, mulai dari jalur afirmasi, domisili, prestasi hingga mutasi.

“Banyak keluhan dari wali murid kebetulan dari konstituen. Karena sistem sekarang berbeda dengan zaman dulu. Ini sebenarnya bukan masalah sistemnya, tetapi karena masyarakat belum memahami regulasi yang berlaku. Tugas Dinas Pendidikan adalah memberikan pemahaman kepada calon wali murid melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah,” ujar Fatmawati saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Jember, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, sistem SPMB yang diterapkan saat ini sebenarnya telah memberikan kemudahan bagi masyarakat. Karena sebagian besar informasi dapat diakses secara daring tanpa harus datang langsung ke sekolah.

“Sistem SPMB yang ada sudah cukup membantu calon wali murid. Tidak perlu datang ke sekolah untuk mencari informasi, cukup di web yang tersedia,” imbuhnya.

Namun demikian, Fatmawati menilai berbagai kendala yang dialami calon wali murid menunjukkan perlunya sosialisasi SPMB yang lebih masif, dengan memanfaatkan berbagai kegiatan sekolah yang melibatkan orang tua.

Dengan demikian, informasi mengenai mekanisme pendaftaran dapat tersampaikan secara langsung dan lebih mudah dipahami masyarakat.

“Harapannya, masyarakat mengetahui jalur yang harus dipilih serta tahapan yang harus dilalui saat proses pendaftaran,” ujarnya.

Lebih lanjut ia juga menegaskan bahwa secara regulasi sistem SPMB yang diterapkan saat ini sudah cukup baik, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Namun, sosialisasi yang belum optimal menyebabkan banyak calon peserta didik dan orang tua masih kebingungan ketika harus menentukan pilihan sekolah.

“Menurut saya sistemnya sudah bagus dan sesuai regulasi. Yang masih kurang adalah sosialisasinya. Wali murid harus memahami bagaimana jalurnya dan bagaimana sistemnya, sehingga tidak bingung saat proses pendaftaran berlangsung,” katanya.

Selain itu, Fatmawati juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi dalam sektor pendidikan.

Menurutnya, pengelolaan SMP berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten, sedangkan SMA dan SMK menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi.

Sehingga diperlukan koordinasi yang kuat, agar informasi pendidikan dapat tersampaikan secara terintegrasi kepada masyarakat.

“Harus ada sinergi yang kuat karena tujuan kita sama, yaitu mencetak siswa yang cerdas, berprestasi dan mampu membawa nama baik Jember,” ujar legislator Partai NasDem tersebut.

Karena itu, ia berharap setiap perubahan kebijakan pendidikan, baik terkait sistem penerimaan siswa baru maupun kurikulum, selalu diikuti dengan sosialisasi yang jelas dan berkelanjutan. Agar masyarakat dapat memahami aturan baru sejak awal.

Kondisi tersebut juga mendorong sejumlah sekolah untuk mengambil peran aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait mekanisme SPMB.

Salah satunya dilakukan SMAN Arjasa yang menggelar sosialisasi kepada lebih dari 300 calon peserta didik dan orang tua di Masjid Insan Kamil sekolah setempat jauh sebelum proses SPMB berlangsung.

Kepala SMAN Arjasa, Selamet Supriyadi, mengatakan pemahaman masyarakat menjadi faktor penting agar proses pendaftaran berjalan lancar.

Menurutnya, luasnya wilayah rayon dan tingginya jumlah pendaftar membuat orang tua perlu memahami strategi pemilihan sekolah berdasarkan peluang, nilai akademik maupun ketentuan domisili yang berlaku.

“Kami ingin sosialisasi ini sampai ke akar rumput. Kalau yang hadir menyampaikan lagi kepada masyarakat lainnya, maka pemahaman tentang SPMB akan semakin luas,” kata Selamet.

Ia berharap informasi yang diberikan melalui kegiatan sosialisasi dapat diteruskan kepada masyarakat yang lebih luas.

“Sehingga calon peserta didik dan orang tua memiliki pemahaman yang cukup sebelum mengikuti seluruh tahapan pendaftaran SPMB,” tandasnya.

iklan warung gazebo