Pada kesempatan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto juga meluncurkan buku Satata Bahasa Jawa dan Rahasia Buah Maja. Kedua buku itu diharapkan menjadi media pembelajaran yang mampu menumbuhkan kecintaan anak terhadap bahasa, budaya, serta sejarah lokal sekaligus memperkuat budaya literasi sejak dini.
Ning Hana berharap peluncuran buku tersebut menjadi awal lahirnya lebih banyak karya dari para guru di Kabupaten Mojokerto.
“Pemerintah Kabupaten Mojokerto siap mendukung semangat para pendidik untuk terus berkarya, sehingga setiap peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga melahirkan karya-karya literasi yang produktif dan inspiratif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, mengatakan pemberian beasiswa merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada peserta didik yang telah menunjukkan prestasi akademik.
“Beasiswa ini merupakan bentuk apresiasi dan motivasi agar anak-anak terus bersemangat belajar, berprestasi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” katanya.
Gebyar HAN 2026 berlangsung selama dua hari, 28–29 Juli 2026. Selain penyerahan beasiswa dan peluncuran buku, kegiatan diisi dengan beragam pertunjukan seni, kreativitas, dan bakat peserta didik sebagai wadah pengembangan karakter sekaligus ruang berekspresi bagi anak-anak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa serta Konsul Jenderal Australia untuk wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang mengikuti acara secara virtual, bersama jajaran kepala OPD, Bunda PAUD kecamatan, kepala sekolah, guru, dan ratusan peserta didik.///////////









