Mojokerto, seblang.com – Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah Pacet, Kabupaten Mojokerto, menggelar sosialisasi program beasiswa Kementerian Agama RI tahun 2026. Kegiatan rutin tahunan ini ditujukan bagi santri dan siswa jenjang MA serta SMA di lingkungan Amanatul Ummah untuk membuka akses informasi peluang pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan dibuka oleh Prof. Dr. KH. Asep Syaifuddin Chalim, M.A., diawali dengan istigasah. Dalam sambutannya, Kiai Asep menguraikan peran besar pesantren dalam melawan penjajahan. Menurutnya, pesantren memiliki peran fundamental sebagai pusat perlawanan fisik maupun ideologis terhadap penjajah.
“Pesantren menanamkan nilai cinta tanah air dan memimpin gerakan perlawanan bersenjata di berbagai daerah untuk melawan penjajah. Melalui Resolusi Jihad yang dikumandangkan KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Chasbullah, KH. Abdul Chalim, dan para ulama lainnya, perlawanan rakyat berhasil dipersatukan,” ungkap Kiai Asep.
Ia juga berpesan agar para siswa MBI dan SMA Amanatul Ummah terus meningkatkan semangat belajar demi meraih prestasi dan memperoleh program beasiswa.
“Dulu perlawanan pesantren berjalan sendiri-sendiri sehingga mudah dikalahkan penjajah. Setelah adanya Resolusi Jihad, pesantren bersatu dalam perjuangan hingga berhasil mengusir penjajah. Karena itu, anak-anak MBI dan SMA Amanatul Ummah harus meningkatkan belajar untuk meraih prestasi dan mendapatkan program beasiswa,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator MBI Amanatul Ummah, Dr. Muhammad Ilyas, Lc., M.A. atau Gus Ilyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memaparkan berbagai skema bantuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama. Program yang disosialisasikan meliputi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), hingga KIP Kuliah.










