Banyuwangi, seblang.com – Tampo Fair kembali digelar sebagai agenda tahunan Pemerintah Desa Tampo, Kecamatan Cluring. Tahun ini, acara mengusung tema “Membangun Kemandirian Ekonomi Berbasis Desa”. Tema ini semakin mengukuhkan Desa Tampo, pusat pengembangan UMKM dan budaya lokal.
Pembukaan acara berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Tampo, Rabu (24/06/2026), Staf Ahli Hukum dan Pemerihtahan Kabupaten Banyuwangi Alif Rahman Kartiono, mewakili Bupati Banyuwangi, a menyebut Tampo Fair adalah ruang perjumpaan sosial, expresi budaya, promosi prodak UMKM, sekaligus ruang optimesme masyarakat untuk berkreasi.
“Tampo Fair tidak boleh berhenti menjadi kegiatan tahunan, harus tetap diadakan untuk mengembanngkan potensi desa, menghidupkan seluruh UMKM, karena ini menjadi komitmem pemerintah dalam mendorong pertumbuhan UMKM,” ungkapnya.

Untuk menyukseskan Tampo Fair menurut Kepala Desa Tampo Hasyim Ashari, telah mengerahkan semua potensi desa yang ada, dan mengerahkan serta melibatkan seluruh elemen masyarakat, dan sekitar 70 UMKM dilibatkan dan ditempatkan di stand – stand di lokasi kegiatan.










