Banyuwangi, seblang.com – Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi menggelar silaturahmi dan audiensi dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, Rabu (24/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan kekeluargaan tersebut digelar di Lounge Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi.
Rombongan pengurus LDII dipimpin langsung oleh Ketua DPD LDII Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, M.T., IPM., didampingi Sekretaris Krisparwanto, tiga pengurus harian, Ketua Wanita LDII Banyuwangi Hj. Tutik Andayaningrum, S.E., serta tiga pengurus Wanita LDII lainnya.
Bupati Banyuwangi yang didampingi sejumlah pejabat menyambut baik kehadiran para pengurus LDII. Dalam kesempatan tersebut, Ipuk menyampaikan ucapan selamat atas amanah baru yang diemban jajaran pengurus DPD LDII Banyuwangi masa bakti 2026–2031.
Ia berpesan agar berbagai program dan kegiatan positif yang selama ini telah berjalan dapat terus dilanjutkan. Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang harmonis di semua lini.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat perlu bergerak bersama secara sinergis agar hasil pembangunan daerah dapat tercapai secara optimal.
“Kami sangat berterima kasih karena LDII memiliki jumlah jamaah dan kader yang cukup besar di Banyuwangi. Potensi ini sangat berharga bagi pembangunan daerah,” ujar Bupati Ipuk.
Lebih lanjut, Bupati Ipuk mengapresiasi program pembinaan dan penguatan peran kepemudaan yang dijalankan LDII, salah satunya melalui kegiatan Perkemahan Akbar Cinta Alam Indonesia (CAI).
Program pembinaan kepemudaan tersebut dinilai selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang mengancam generasi muda, termasuk penyalahgunaan narkoba dan berbagai persoalan sosial lainnya.
Bupati Ipuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas upaya nyata LDII dalam membentengi moral generasi muda melalui pembinaan karakter yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Selain persoalan moralitas generasi muda, adaptasi terhadap perkembangan era digital juga menjadi perhatian dalam audiensi tersebut. Pemerintah daerah terus mendorong optimalisasi digitalisasi dan berharap dukungan dari organisasi kemasyarakatan keagamaan untuk meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan.
Bupati Ipuk juga menekankan pentingnya peran LDII dalam menjaga harmonisasi sosial dengan berbagai kelompok masyarakat dan organisasi keagamaan lainnya di Banyuwangi demi terciptanya kondusivitas wilayah.
Secara khusus, ia meminta Wanita LDII turut berperan aktif dalam menyukseskan program-program pemberdayaan perempuan, ketahanan keluarga, serta penanganan berbagai isu kesejahteraan sosial di Banyuwangi.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Banyuwangi, Heri Sujatmiko, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus bersinergi dan berkolaborasi mendukung program-program Pemkab Banyuwangi melalui delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa.
Program tersebut merupakan kontribusi strategis organisasi yang dirancang untuk mendukung program pemerintah serta mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
Adapun delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa meliputi wawasan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, pangan dan lingkungan hidup, ekonomi syariah, teknologi digital, energi baru terbarukan, serta kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Heri juga memaparkan rencana pelaksanaan Perkemahan Akbar Cinta Alam Indonesia (CAI) tahun 2026 sekaligus mengundang Bupati Banyuwangi untuk hadir dan membuka kegiatan yang akan digelar di Wisata Waduk Sidodadi (WWS), Kecamatan Glenmore, pada 6–10 Juli 2026 mendatang.///////////










