Di dalam negeri, kontribusinya juga diakui oleh berbagai institusi penting, seperti PT KAI, TransJakarta, Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, DPR RI, Mahkamah Konstitusi, Komdigi, KPK, hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Namun, bagi Rikky, kebanggaan terbesarnya terletak pada fakta bahwa sistem yang digunakan oleh masyarakat luas kini menjadi jauh lebih aman berkat laporannya. Baginya, deretan piagam atau pencantuman namanya di Hall of Fame hanyalah bonus atas jerih payah dan kerja kerasnya.
Melihat potensi talenta digital di kota asalnya, Rikky menilai anak-anak muda Jember memiliki kapasitas yang sangat besar. Era digital telah mempermudah akses belajar melalui YouTube, dokumentasi terbuka, bootcamp, hingga kecerdasan buatan (AI).
Menurut Rikky, musuh terbesar talenta daerah saat ini bukanlah kurangnya fasilitas, melainkan rasa “minder”. Masih banyak yang merasa bahwa kesuksesan di bidang teknologi menuntut mereka untuk pindah ke ibu kota. Padahal, dengan maraknya sistem kerja jarak jauh (remote), seseorang bisa bekerja untuk perusahaan nasional bahkan internasional langsung dari Jember.
“Yang membedakan bukan tempat tinggalnya, tetapi kemauan untuk terus belajar,” tegasnya.
Institusi global kini tidak lagi melihat asal kota seseorang. Saat ini, yang menjadi tolok ukur adalah portofolio, keahlian, dan kemampuan dalam memberikan solusi.
Rikky Ihza Pratama memulai segalanya dari Jember, belajar secara mandiri, menghadapi kegagalan dan penolakan, namun ia menolak untuk menyerah. Melalui perjalanannya, ia menitipkan pesan kuat bagi generasi muda: manfaatkan internet, bangun portofolio, ikuti komunitas, dan yang paling penting, jangan pernah takut gagal.
Di dunia teknologi, penghargaan tertinggi tidak selalu diberikan kepada mereka yang paling pintar sejak awal. Barang siapa yang gigih untuk terus bertumbuh, kelak ia akan menemukan tempat terbaiknya.
Seperti pertanyaan penutup yang ditinggalkan Rikky sebagai bahan renungan. “Tinggal satu pertanyaan, apakah kita mau mulai belajar hari ini?” tutupnya.










