Sejumlah peserta tampil percaya diri membawakan materi masing-masing. Ilhamka Cahya Al Kholidi dari SMPN 1 Banyuwangi, misalnya, memaparkan pesona Taman Nasional Alas Purwo sebagai salah satu destinasi unggulan Banyuwangi yang telah ditetapkan UNESCO sebagai cagar biosfer dunia.
Sementara Graceylla Alleynadyne Claudya dari SMPN 5 Banyuwangi membawakan pidato mengenai tradisi Endog-Endogan. Penampilan menarik juga ditunjukkan Nada Tazkia Milah dari SMPN 4 Banyuwangi yang mengangkat kemegahan pertunjukan Gandrung Sewu. Finalis lainnya turut memperkenalkan beragam budaya dan destinasi wisata Banyuwangi melalui pidato mereka.
Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Samsudin Adlawi, mengatakan para finalis dinilai berdasarkan empat aspek, yakni kemampuan berbahasa Inggris, penguasaan materi, teknik public speaking, serta kemampuan mempromosikan budaya dan pariwisata Banyuwangi.
“Ajang ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya fasih berbahasa Inggris, tetapi juga menjadi duta budaya Banyuwangi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Para finalis yang tampil merupakan peserta terbaik setelah melewati seleksi ketat terhadap 87 video pidato berbahasa Inggris yang dikirimkan kepada panitia. Dalam proses penyaringan, dewan juri menilai lima aspek utama, yakni kesesuaian isi, kemampuan berbahasa Inggris, pelafalan dan intonasi, kemampuan public speaking, serta kualitas teknis video.////////










