Banyuwangi, seblang.com – Delapan tahun menjadi perawat rawat jalan di RS Al-Huda Banyuwangi memberikan banyak pengalaman berharga bagi Fitria Anwarawati. Baginya, kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak hanya memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi pasien yang sebelumnya merasa tidak mampu berobat karena keterbatasan biaya.
Fitria mengaku, sejak RS Al-Huda bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, perubahan paling nyata yang ia rasakan adalah semakin banyak masyarakat yang tidak lagi ragu datang untuk berobat. Menurutnya, kehadiran Program JKN telah memberikan rasa tenang dan kepastian bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
“Sebagai perawat, saya melihat bagaimana Program JKN memberikan rasa aman kepada masyarakat. Banyak pasien yang sebelumnya menunda berobat karena khawatir dengan biaya, kini datang lebih awal karena merasa terlindungi sebagai peserta JKN,” ujar Fitria saat ditemui di RS Al-Huda, Rabu (29/7).
Sebagai tenaga kesehatan, Fitria mengatakan seluruh petugas di RS Al-Huda selalu berkomitmen memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien. Setiap layanan diberikan berdasarkan kebutuhan medis dan sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku.
“Kami tidak pernah membeda-bedakan pasien. Prinsip kami adalah memberikan pelayanan yang aman, profesional, dan mengutamakan keselamatan pasien. Sejak awal bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kami juga berkomitmen menjalankan Janji Layanan serta terus memperbarui pemahaman mengenai kebijakan dan regulasi agar pelayanan kepada peserta JKN semakin baik,” jelasnya.
Di antara berbagai pengalaman yang pernah dialaminya, Fitria mengaku paling terkesan dengan seorang pasien gagal ginjal kronis yang datang ke RS Al-Huda dengan perasaan cemas karena mengira tidak akan mampu membiayai pengobatannya. Saat itu, pasien sebenarnya telah terdaftar sebagai peserta JKN, tetapi belum memahami alur pelayanan sehingga ragu memanfaatkannya.
“Sebagai tenaga kesehatan, kami tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga menjadi edukator. Saya menjelaskan bagaimana alur pelayanan menggunakan JKN, mulai dari pemeriksaan di FKTP hingga proses rujukan ke rumah sakit. Setelah memahami prosedurnya, pasien akhirnya bersedia menjalani pengobatan menggunakan JKN. Sampai sekarang beliau masih rutin menjalani hemodialisis di rumah sakit kami dan tetap bersemangat menjalani hidup. Yang paling menyentuh bagi saya adalah beliau masih mengingat saya sebagai orang yang pertama kali memberikan edukasi tentang pelayanan JKN,” kenang Fitria.
Ke depan, RS Al-Huda terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya. Berbagai pengembangan dilakukan, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana hingga upaya mempercepat waktu tunggu pelayanan agar peserta JKN semakin nyaman saat berobat.
Menutup wawancara, Fitria berharap sinergi antara RS Al-Huda dan BPJS Kesehatan terus terjalin dengan baik sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh pelayanan kesehatan. Ia meyakini kolaborasi yang semakin erat antara fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan akan berdampak pada peningkatan mutu pelayanan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta JKN.
“Kami berharap RS Al-Huda dapat terus menjadi rumah sakit yang dipercaya masyarakat, khususnya peserta JKN. Menurut saya, Program JKN telah memberikan manfaat yang sangat besar karena membantu masyarakat mengakses pelayanan kesehatan, bahkan dalam kondisi darurat sekalipun. Semoga ke depan Program JKN terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” pungkas Fitria./////////










