Surabaya, seblang.com – Bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan program Pendampingan dan Layanan Terintegrasi bagi Keluarga ASN (Pelita ASN) serta meresmikan perubahan nama Rumah Sakit Menur menjadi Rumah Sakit Prof. dr. Moeljono, Senin (29/6/2026), di Surabaya.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa Pelita ASN merupakan layanan pendampingan bagi keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Layanan ini mencakup konsultasi, konseling psikologis, dan mediasi yang dapat diakses secara gratis dan bersifat rahasia melalui portal Rumah ASN Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur.
“Pelita ASN hadir untuk memastikan keluarga ASN mendapatkan dukungan psikososial yang utuh. Keluarga yang sehat dan harmonis akan berdampak pada kinerja ASN yang lebih baik dalam melayani masyarakat,” ujar Khofifah.

Terkait rebranding tersebut, Khofifah mengatakan perubahan nama Rumah Sakit Menur menjadi Rumah Sakit Prof. dr. Moeljono merupakan langkah strategis untuk memperkuat citra lembaga. Menurutnya, rumah sakit tersebut kini tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan jiwa atau kesehatan mental, tetapi juga telah mengembangkan berbagai layanan kesehatan lainnya yang lebih modern dan komprehensif.
“Terima kasih kepada keluarga besar Rumah Sakit Prof. dr. Moeljono. Terus jaga kualitas layanan dan kebersihan. Dengan menyandang nama besar ini, mari kita jaga bersama. Semoga seluruh amal baik almarhum diterima Allah SWT,” tuturnya di Graha Menur, Rumah Sakit Prof. dr. Moeljono, Surabaya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifatul Choiri Fauzi. Ia menegaskan bahwa keluarga memiliki peran sentral dalam tumbuh kembang anak.
“Keluarga adalah tempat pertama anak belajar kasih sayang, nilai-nilai kehidupan, penghormatan terhadap sesama, serta memperoleh perlindungan dan pemenuhan hak-haknya. Pengasuhan bukan hanya tanggung jawab ibu, melainkan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu sebagai mitra yang setara,” kata Arifatul.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman Pelita ASN antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, serta Pengadilan Tinggi Agama Surabaya.
Pada kesempatan yang sama juga diserahkan Pencegahan Perkawinan Anak (PPA) Award Provinsi Jawa Timur 2026. Kota Malang berhasil meraih Juara I, disusul Kabupaten Trenggalek sebagai Juara II, dan Kota Probolinggo sebagai Juara III.
Sementara itu, untuk kategori khusus, penghargaan Inovasi Terbaik diberikan kepada Kota Surabaya, Kelembagaan Terbaik diraih Kabupaten Lamongan, dan Koordinasi Lintas Sektor Terbaik diberikan kepada Kabupaten Ngawi. (*/ady)










