Di pos pertama, siswa menebar benih ikan. Mereka kemudian berpindah ke pos berikutnya untuk menanam pohon.
Pada pos ketiga, siswa dikenalkan dengan sistem pengairan sekaligus cara menjaga dan merawat aliran air. Sedangkan di pos terakhir, mereka diajak memungut sampah yang berada di sekitar sungai.
Kepala Korsda Tegaldlimo Bambang Gunawan mengatakan konsep permainan dipilih agar siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga mengalami langsung kegiatan yang berkaitan dengan kelestarian sungai.
“Dalam kegiatan ini kami berkolaborasi dengan 4Ocean. Materi mengenai sampah, termasuk pemilahan dan daur ulang, disampaikan langsung oleh mereka,” ujar Bambang.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal berbagai persoalan yang masih terjadi di lingkungan sungai.
“Harapannya anak-anak semakin mengetahui persoalan sampah. Sebab, sampah masih menjadi salah satu persoalan kita, terutama yang masuk dan menumpuk di aliran sungai,” katanya.
Camat Tegaldlimo Tri Setya turut mendukung pelaksanaan Gemas Sekardadu. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana mengenalkan kepedulian lingkungan kepada anak-anak sejak dini.
“Melalui Sekardadu, kepedulian terhadap lingkungan bisa ditanamkan kepada anak-anak sejak dini,” ujarnya.
Gemas Sekardadu menjadi salah satu bentuk edukasi Sekardadu yang melibatkan sekolah, pemerintah, pengelola sumber daya air dan mitra lingkungan. Melalui konsep permainan, siswa mendapatkan pengalaman langsung untuk mengenal sungai sekaligus memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestariannya.///////












