Banyuwangi, Seblang.com – Di Dusun Sumberbulu Krajan, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, kini tak lagi sekadar dimulai dengan aktivitas bertani. Di sudut desa, deretan kandang ayam petelur menjadi tanda tumbuhnya harapan sebuah ikhtiar sederhana yang perlahan menguatkan ketahanan pangan sekaligus ekonomi warga.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menghadirkan program ketahanan pangan berupa peternakan ayam petelur. Program ini tidak hanya berfokus pada produksi telur, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan yang melibatkan nasabah PNM Mekaar, keluarga mereka, hingga masyarakat sekitar di bawah pengelolaan Unit Mekaar Songgon 2.
Desa Sumberbulu sendiri dikenal memiliki potensi ekonomi berbasis agrikultur dan peternakan yang cukup kuat. Kondisi geografis yang mendukung, ketersediaan lahan, serta budaya gotong royong masyarakat menjadi modal sosial yang mendorong pengembangan sektor peternakan, termasuk ayam petelur, sebagai salah satu sumber penghasilan tambahan warga.
Berangkat dari potensi tersebut, program ketahanan pangan ini dirancang bukan sekadar sebagai bantuan, melainkan sebagai ruang untuk bertumbuh bersama. PNM memberikan pendampingan berkelanjutan mulai dari teknis peternakan, pengelolaan pakan, hingga membuka akses pemasaran hasil produksi telur. Melalui proses ini, warga didorong untuk semakin mandiri dan berperan aktif dalam menggerakkan ekonomi di lingkungannya.
Camat Songgon, Khoiri, menyambut baik program ini. Ia menilai kehadirannya menjadi langkah nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
“Kerja sama antara korporasi seperti PNM dengan masyarakat lokal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Banyuwangi,” ujarnya.










