BCS Berharap Pemerintah Lebih Peduli terhadap ODHA

by -2 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Ketua Banyuwangi Community Support Noval Widianto
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.comKabupaten Banyuwangi menjadi salah satu daerah dengan temuan kasus Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang cukup tinggi di Provinsi Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir.

Karena itu, lembaga sosial pendamping ODHA, Banyuwangi Community Support (BCS), berharap pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif, lebih peduli dan meningkatkan perhatian terhadap upaya pencegahan serta penanggulangan penyebaran HIV/AIDS di Banyuwangi.

Ketua BCS Banyuwangi, Noval Widianto, mengatakan salah satu langkah penting untuk memutus rantai penyebaran HIV/AIDS adalah melalui pemberdayaan ODHA, termasuk mendorong mereka untuk segera menjalani pengobatan menggunakan terapi Antiretroviral (ARV).

“Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menekan penyebaran HIV/AIDS. Salah satunya dengan mendorong ODHA agar segera menjalani pengobatan ARV secara rutin,” ujar Noval.

Ia menuturkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi, hingga saat ini tercatat sekitar 7.300 kasus HIV/AIDS. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.100 orang tercatat mendapatkan pengobatan.

Selain itu, angka kematian kumulatif akibat HIV/AIDS juga tergolong tinggi, yakni lebih dari seribu orang.

“Kenapa angka kematiannya tinggi? Salah satu penyebabnya kemungkinan masih adanya stigma negatif terhadap ODHA sehingga banyak penderita memilih menutup diri. Akibatnya, penanganan menjadi terlambat dan mereka sudah berada pada stadium akhir, saat tubuh sangat rentan terhadap berbagai penyakit serius atau telah memasuki fase Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS),” jelasnya.

Noval kembali menegaskan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi lebih aware terhadap keberadaan dan kebutuhan ODHA.

“Kami siap bersinergi dengan pihak eksekutif maupun legislatif untuk bersama-sama menangani persoalan HIV/AIDS di Banyuwangi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dengan merusak sel darah putih (CD4) yang berfungsi melawan infeksi.

Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV/AIDS secara total. Namun, tersedia terapi Antiretroviral (ARV) yang mampu menekan jumlah virus dalam tubuh (viral load) hingga berada pada tingkat yang tidak terdeteksi.

Dengan pengobatan yang rutin dan teratur, sistem kekebalan tubuh penderita dapat pulih sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang sehat dan produktif.

Sayangnya, ODHA masih kerap menghadapi stigma dan diskriminasi akibat kurangnya pemahaman masyarakat. Padahal, dukungan moral, penerimaan, dan kasih sayang dari lingkungan sekitar sangat penting untuk membantu mereka tetap semangat menjalani pengobatan dan mempertahankan kualitas hidup yang baik.//////////

iklan warung gazebo