Dispora Jatim Fasilitasi Kontingen PSAI Jatim ke Bogor, Dilepas Wagub Emil Dardak di Kantor Gubernur Surabaya

by -17 Views
Wartawan: Adi Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
Wagub Emil Elestianto Dardak didampingi Kadinsos Jatim Restu Novi Widiani ,Sekretaris Dishub Jatim Pak Farit dan Dispora Jatim Pak Wahab serta Tim Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia( PSAI) Jawa Timur di Bina Loka Jl.Pahlawan Surabaya.
aston banyuwangi

Surabaya, seblang.comPemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur secara resmi melepas keberangkatan kontingen atlet disabilitas Jawa Timur yang akan berlaga pada kompetisi olahraga nasional di Bogor, Jawa Barat.

Acara pelepasan berlangsung di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya, dan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Kepala Dinas Sosial Jatim, perwakilan Dispora Jatim, jajaran Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), serta Ketua dan Wakil Ketua Pengurus Daerah Special Olympics Indonesia (SOIna) Jawa Timur.

Para atlet yang diberangkatkan berasal dari berbagai kelompok usia dan telah melalui proses pembinaan yang panjang. Beberapa di antaranya bahkan pernah mengharumkan nama Indonesia pada kejuaraan internasional di Turki dan Bangladesh.

Wagub Emil menegaskan bahwa keberangkatan kontingen ini merupakan wujud semangat dan tekad Jawa Timur untuk terus mengibarkan nama daerah di tingkat nasional.

“Para atlet ini adalah sosok-sosok berprestasi dengan special ability atau kemampuan khusus. Tidak mudah mencapai titik ini. Kita semua harus terus mendukung melalui sinergi lintas dinas, baik Dinas Sosial maupun Dispora,” ujar Emil.

Inisiasi Fasilitas Olahraga Khusus dan Perda Disabilitas

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemprov Jatim saat ini tengah merintis pembangunan fasilitas olahraga yang dirancang khusus bagi atlet berkebutuhan khusus di Jawa Timur.

Selain itu, Pemprov bersama para pemangku kepentingan juga sedang memproses Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Disabilitas. Perda tersebut diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

“Semangat kita adalah mengubah paradigma. Disabilitas bukan lagi dipandang sebagai disability, melainkan different ability atau special ability. Ini adalah bentuk penghargaan terhadap kemanusiaan dan warga negara yang berprestasi,” terang perwakilan pengurus SOIna Jatim, Hikmah.

Dengan dukungan fasilitas dan regulasi tersebut, Pemprov Jatim berharap seluruh cabang olahraga disabilitas dapat terakomodasi secara optimal pada masa mendatang.

Dorong Ekosistem Olahraga Inklusif

Pemprov Jatim juga mendorong terbentuknya ekosistem olahraga yang inklusif dan berkelanjutan agar bakat atlet dapat tumbuh sejak dini, sekaligus memberikan ruang bagi semua kelompok usia, termasuk kategori dewasa hingga usia 60 tahun.

“Pengelolaan cabang olahraga tidak bisa disamaratakan secara kaku. Ada yang baru berkembang di usia dewasa karena perjalanan hidupnya. Karena itu, prinsip inklusivitas harus kita tegakkan agar semua potensi terwadahi,” jelas Emil.

iklan warung gazebo