Turba di Bojonegoro, Bolone Mase Jatim Padukan Edukasi Digital Gen Z dan Baksos Sembako

by -10 Views
Wartawan: Moch. Adip Raharjo
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Bojonegoro, seblang.com – Rangkaian kegiatan Turun ke Bawah (Turba) Mataraman 2026 yang digelar Korwil Bolone Mase Indonesia Jawa Timur berlanjut di Kabupaten Bojonegoro, Selasa (9/6/2026). Tidak hanya menggelar dialog literasi digital bagi generasi muda, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi sosial berupa pembagian ratusan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan yang dipimpin langsung Korwil Bolone Mase Jatim, Madjid Widigdo, tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran pemuda dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi dan dinamika sosial ekonomi yang terus berubah.

Mengusung tema “Dialog Gen Z: Menolak Hoaks, Membangun Ruang Digital yang Sehat dan Produktif”, forum tersebut diikuti ratusan pemuda dan relawan Bolone Mase dari Bojonegoro. Para peserta diajak memahami pentingnya kemampuan memilah informasi di tengah derasnya arus konten yang beredar melalui berbagai platform media sosial.

Madjid mengatakan generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas ruang digital. Menurutnya, kedekatan Gen Z dengan teknologi harus dibarengi kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Generasi Z di Bojonegoro harus menjadi benteng pertahanan pertama dalam melawan sebaran hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi di media sosial. Kami ingin pemuda di sini melek digital secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab agar ruang siber kita tetap sehat dan membawa dampak produktif bagi kemajuan daerah,” katanya.

Selain membahas literasi digital, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum konsolidasi internal organisasi. Berbagai agenda dibahas, mulai penguatan struktur Korkab dan Korkot se-Jawa Timur, evaluasi program kerja triwulanan, hingga persiapan konsolidasi berjenjang di tingkat kabupaten, kecamatan, dan ranting.

Dalam kesempatan itu, Madjid juga mengajak seluruh peserta untuk mencermati perkembangan ekonomi dan politik global yang saat ini memberikan dampak terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Ia menjelaskan tantangan yang muncul harus disikapi dengan memperkuat persatuan, menjaga optimisme, serta memperkuat budaya gotong royong sebagai modal sosial bangsa.

“Indonesia akan semakin kuat apabila seluruh elemen masyarakat mampu menjaga persatuan, memperkuat optimisme, serta bergotong royong menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun politik global,” ujarnya.

Usai dialog dan konsolidasi organisasi, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial. Ratusan paket sembako dibagikan secara langsung kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi warga.

Pembagian bantuan dilakukan oleh Madjid Widigdo bersama jajaran pengurus dan relawan Bolone Mase Jawa Timur. Warga penerima bantuan tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut.

Menurut Madjid, program sosial sengaja dipadukan dengan kegiatan edukasi agar gerakan yang dibangun tidak berhenti pada tataran diskusi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bolone Mase berupaya bergerak secara seimbang. Kita tidak hanya menata kualitas pemikiran generasi muda melalui literasi digital, tetapi juga menyentuh aspek sosial ekonomi masyarakat secara langsung. Sinergi antara edukasi dan aksi sosial inilah yang menjadi roh gerakan kami,” tegasnya.

Turba Mataraman 2026 sendiri menjadi salah satu agenda keliling yang dijalankan Bolone Mase Jawa Timur untuk memperkuat jaringan organisasi sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat di berbagai daerah. Setelah sejumlah wilayah Mataraman disambangi, Bojonegoro menjadi titik berikutnya yang menggabungkan penguatan kapasitas generasi muda dengan aksi sosial kemasyarakatan. (dip)

iklan warung gazebo