Penampilan Penyanyi Cilik Amora Sukma Negara, Putri Ketua DPRD Banyuwangi Memukau Penonton Pesona Keroncong 2026

by -10 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Amora Sukma Negara saat tampil menyanyikan lagu Indonesia Pusaka dalam acara Malam Penganugerahan Pesona Keroncong 2026 di Banyuwangi Creative Space
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Penampilan penyanyi cilik Amora Sukma Negara, putri Ketua DPRD Banyuwangi Made Cahyana Negara dan Indah Yeni, berhasil memukau penonton serta tamu undangan dalam malam penganugerahan juara Pesona Keroncong 2026 yang digelar di Banyuwangi Creative Space, Kamis malam (23/7/2026).

Siswi kelas I Sekolah Dasar (SD) tersebut tampil percaya diri membawakan dua lagu keroncong, yakni Indonesia Pusaka dan Laskar Pelangi.

Dengan gaya khas anak-anak, Amora sukses menghibur ratusan penonton yang memberikan tepuk tangan meriah sepanjang penampilannya.

Amora hadir didampingi sang ibu, Indah Yeni, yang mengenakan busana merah senada dengan sepatu berwarna merah. Beberapa menit sebelum putrinya naik panggung, Made Cahyana Negara juga datang langsung untuk memberikan dukungan.

Kehadiran kedua orang tuanya menjadi penyemangat bagi Amora saat tampil sebagai pengisi acara malam penganugerahan Pesona Keroncong 2026.

“Terima kasih. Amora sudah diberi kesempatan tampil. Saya datang khusus untuk menyaksikan Amora bernyanyi di panggung,” ujar Made Cahyana Negara usai menyaksikan penampilan putrinya.

Sementara itu, puluhan talenta muda hingga lanjut usia (lansia) bersaing menjadi yang terbaik dalam ajang Pesona Keroncong 2026 yang berlangsung di Banyuwangi Creative Space pada 22–23 Juli 2026.

Mereka mengikuti lomba menyanyikan lagu-lagu keroncong yang masuk dalam agenda Banyuwangi Attraction 2026, yang sebelumnya dikenal sebagai Banyuwangi Festival.

Terdapat dua kategori yang diperlombakan, yaitu kategori pelajar dan kategori umum. Kategori pelajar diikuti 17 siswa tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, sedangkan kategori umum diikuti 16 peserta dari kalangan mahasiswa hingga lansia.

Pesona Keroncong tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua sebagai upaya menggali potensi penyanyi di Banyuwangi sekaligus melestarikan seni budaya daerah.

Pada penyelenggaraan perdana tahun 2025 di Gedung Juang 45 Banyuwangi, lomba hanya mempertandingkan kategori pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat. Tahun ini, panitia menambahkan kategori umum dengan rentang usia peserta mulai mahasiswa hingga lansia.

Ketua Panitia Pesona Keroncong 2026, Bambang Lukito, mengatakan lomba tersebut diinisiasi Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan (DHC BPK) 45 Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan Dewan Kesenian Blambangan (DKB) dan Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut dan Keroncong Republik Indonesia (PAMORI). Sementara itu, musik pengiring dibawakan Grup Keroncong Genta Sritanjung Banyuwangi.

“Acara ini bertujuan melestarikan seni budaya dengan mengangkat lagu-lagu daerah Banyuwangi dan lagu keroncong bertema perjuangan,” ujar Bambang yang juga Wakil Ketua DHC BPK 45 Kabupaten Banyuwangi di sela final lomba, Kamis (23/7/2026).

Bambang menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap Pesona Keroncong sangat tinggi, baik dari peserta maupun penonton.

“Berkat dukungan banyak pihak, lomba menyanyi keroncong ini berlangsung lancar dan sukses, bahkan mendapat banyak dukungan serta apresiasi dari berbagai kalangan,” tambah penasihat DKB Banyuwangi tersebut.

Lomba secara resmi dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi, Hartono, pada Rabu (22/7/2026).

Dari 33 peserta yang tampil pada babak penyisihan, dewan juri yang terdiri atas Gede Agus Budi Harta, Lilik Hariyani, dan Eko Rastiko menetapkan 20 finalis, masing-masing 10 finalis kategori pelajar dan 10 finalis kategori umum.

Pada babak final, para peserta memperebutkan gelar juara I, juara II, juara III, juara harapan I, dan juara harapan II.

Peserta kategori pelajar membawakan lagu wajib, yaitu Langgam Keroncong Pahlawan Merdeka, Keroncong Tanah Airku, dan Selendang Sutra. Sementara peserta kategori umum membawakan lagu Keroncong Dewi Murni, Keroncong Bandar Jakarta, dan Langgam Keroncong Dinda Bestari.

Pada babak penyisihan, seluruh peserta diperbolehkan memilih lagu Banyuwangi, antara lain Kali Elo, Selendang Sutro, Kangen Banyuwangi, dan Gelang Alit.

Ketua DHC BPK 45 Kabupaten Banyuwangi, Akhmad Touwil Firdaus, mengatakan penyelenggaraan lomba ini dilandasi misi menanamkan jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan 1945 kepada generasi muda.

“Melalui lagu-lagu keroncong Banyuwangi bertema perjuangan, kami ingin menggugah semangat nasionalisme dan patriotisme generasi muda. Keroncong adalah warisan seni leluhur yang harus dilestarikan sekaligus menjadi media menanamkan nilai-nilai kejuangan 45,” katanya.

Setelah melalui persaingan ketat sejak pagi hingga sore, dewan juri menetapkan lima pemenang pada masing-masing kategori.

Pengumuman sekaligus penyerahan trofi juara dilakukan pada Kamis malam (23/7/2026). Acara tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Banyuwangi, Suratno, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya perwakilan Polresta Banyuwangi, Kodim 0825 Banyuwangi, Lanal Banyuwangi, Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Disbudpar, dan Baznas Banyuwangi.

Turut hadir pula perwakilan LVRI, Pepabri, PPAD, PP Polri, PPAL, Piveri, Perip, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Daftar Pemenang Pesona Keroncong 2026

Kategori Pelajar

  • Juara I: Giovano Widyanto
  • Juara II: Hapsari Putri Rahayu
  • Juara III: Aura Distifa Nictitama
  • Juara Harapan I: Annisa Mayta Dira Pratiwi
  • Juara Harapan II: Alzera Dascha Zamira Effendi

Kategori Umum

iklan warung gazebo