- Road, menjaga dan merawat Jalan Raya Pos sebagai situs warisan sejarah.
- Route, mengembangkan jalur Anyer–Panarukan sebagai rute wisata lintas daerah yang menarik.
- Roots, menggali kembali akar sejarah, budaya, dan identitas masyarakat yang hidup di sepanjang jalur tersebut.
Menurutnya, sejarah besar Anyer–Panarukan merupakan potensi yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Mari kita angkat lagi. Ibarat berlian yang masih tertutup lumpur, kita bersihkan agar menjadi pengungkit kita untuk naik kelas menuju kesejahteraan masyarakat,” katanya optimistis.
Mas Rio berharap inisiatif tersebut tidak berhenti pada kerja sama antara Situbondo dan Serang. Ia bercita-cita seluruh daerah yang dilalui Jalan Raya Pos dapat bergabung dalam jejaring kolaborasi, sehingga tercipta sinergi yang lebih luas di bidang ekonomi, pariwisata, sejarah, hingga kebudayaan.
Harapan itu disambut positif oleh Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah. Ia memastikan nota kesepahaman tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama teknis antarorganisasi perangkat daerah (OPD).
“Tentu kami ingin kerja sama ini diwujudkan dalam program-program yang nyata, konkret, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Serang maupun Situbondo,” tegasnya.
Sebagai penanda dimulainya kolaborasi, Festival Anyer–Panarukan akan segera digelar untuk memperkenalkan kembali jalur bersejarah tersebut kepada masyarakat luas. Melalui semangat peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat, kedua pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Program Anyer–Panarukan 3R sebagai gerakan kolaboratif yang menghidupkan kembali jejak sejarah menjadi koridor kemakmuran baru di Indonesia.///////










