Situbondo, seblang.com – Upaya memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan terus digalakkan di Kabupaten Situbondo. Dosen Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi STKIP PGRI Situbondo, Dyan Yuliana, mendirikan Taman Baca Hijau di kawasan Eduwisata KK26, Desa Olean, Kecamatan Situbondo, pada Juli 2026.
Inisiatif ini dirancang sebagai ruang belajar ramah anak yang mengintegrasikan budaya membaca dengan edukasi lingkungan. Program tersebut terlaksana berkat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skema Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun 2026.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Dyan Yuliana, mengatakan pemilihan kawasan Eduwisata KK26 didasarkan pada potensinya sebagai pusat kegiatan edukasi berbasis masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan ruang literasi yang nyaman, terbuka, dan dekat dengan alam. Taman baca ini tidak hanya ditujukan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama bagi remaja dan masyarakat umum. Konsep ‘Hijau’ mencerminkan integrasi antara gerakan literasi dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Dyan.
Proses pembentukan Taman Baca Hijau berlangsung selama Juli 2026. Tahapannya meliputi persiapan, pengadaan dan instalasi fasilitas, penataan rak koleksi buku, hingga peluncuran. Selain menyediakan buku bacaan anak dan pengetahuan umum, taman baca ini juga dilengkapi sudut baca, area lesehan yang nyaman, serta sistem e-katalog buku.
Peresmian Taman Baca Hijau dibuka oleh Camat Situbondo, Rosy. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kontribusi kalangan akademisi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa.
“Kehadiran Taman Baca Hijau ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Olean, khususnya anak-anak. Kami berharap fasilitas ini dimanfaatkan secara berkelanjutan dan menjadi pusat kegiatan edukatif desa. Kami menyampaikan terima kasih kepada STKIP PGRI Situbondo dan DPPM Kemdiktisaintek atas dukungannya,” ungkap Rosy.
Dukungan juga disampaikan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa merupakan langkah konkret dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan peduli lingkungan.
“Pemerintah Kabupaten Situbondo mendukung penuh inisiatif ini. Taman Baca Hijau di Eduwisata KK26 menjadi contoh sinergi yang sangat baik. Harapan kami, model penguatan literasi berbasis ekowisata seperti ini dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Situbondo,” tegas Bupati, Rabu (29/7/2026).
Usai peresmian, tim pelaksana menggelar berbagai kegiatan literasi yang diikuti puluhan anak usia PAUD, TK, hingga SD. Mereka diajak membaca buku cerita bergambar, mengikuti permainan edukatif, serta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Kehadiran taman baca ini disambut antusias oleh masyarakat. Mustawan, salah seorang orang tua peserta sekaligus penanggung jawab kegiatan di lokasi Eduwisata KK26, mengaku bersyukur atas hadirnya fasilitas tersebut.
“Anak saya sangat senang bisa membaca buku cerita sambil bermain dan belajar di luar ruangan. Semoga kegiatan literasi seperti ini rutin diadakan di desa kami,” tuturnya.
Program ini juga melibatkan pengelola Eduwisata KK26, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat setempat guna menjamin keberlanjutan pengelolaannya. Ke depan, Taman Baca Hijau diproyeksikan menjadi pusat kegiatan literasi, kelas kreatif anak, pelatihan keterampilan, serta edukasi ekologi berkelanjutan di Desa Olean.//////////









