Demo Pasar Tanjung Jember Berujung Tegang, Sartini Pingsan Saat Massa Desak Pakta Integritas

by -10 Views
Wartawan: Nur Imatus Safitri
Editor: Herry W. Sulaksono
Puluhan warga dan Mahasiswa GMNI Kabupaten Jember, menggelar aksi Unras didepan Kantor Pemkab setempat.
aston banyuwangi

Jember, seblang.com – Unjuk rasa mempersoalkan tata kelola Pasar Tanjung Jember berlangsung tegang di depan Kantor Bupati Jember, Senin (15/9/2026) siang. Puluhan warga Jalan Samanhudi, perwakilan pedagang Pasar Tanjung, serta mahasiswa GMNI Jember mendesak Pemerintah Kabupaten Jember memberikan komitmen tertulis atas tuntutan yang mereka sampaikan.

Situasi semakin memanas ketika massa meminta pejabat Pemkab Jember yang menemui mereka menandatangani pakta integritas berisi sejumlah tuntutan terkait kondisi Pasar Tanjung.

Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi. Pemerintah menyatakan penyelesaian persoalan pasar masih dalam proses dan membutuhkan dialog dengan berbagai pihak.

Di tengah ketegangan dialog tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Diskopumdag) Jember, Sartini, tiba-tiba pingsan saat berada di hadapan massa.

Sartini sebelumnya bersama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember Ratno Cahyadi Sembodo, Kepala UPT Parkir Dishub Jember Ahmad Bachtiar, serta Kepala Bakesbangpol Jember Indra Tri, menemui massa untuk mendengarkan sekaligus memberikan penjelasan mengenai tuntutan yang disampaikan.

Kondisi Sartini mendadak melemah ketika dialog berlangsung. Petugas dan sejumlah pejabat kemudian mengevakuasinya ke lingkungan Kantor Pemkab Jember untuk mendapatkan penanganan medis.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember Ratno Cahyadi Sembodo mengatakan kondisi Sartini memang belum sepenuhnya pulih setelah sebelumnya mengalami sakit.

“Informasi yang kami terima memang kondisi beliau itu sebenarnya belum fit benar. Beliau habis sakit dan dalam masa pemulihan fisik,” kata Ratno saat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai aksi unjuk rasa.

Menurut Ratno, kondisi Sartini kemungkinan semakin menurun karena harus berdiri cukup lama di tengah cuaca panas saat menemui massa.

“Tadi kan kita tahu cuaca cukup panas dan berdiri cukup lama di tengah lapangan, mungkin fisik beliau mengalami drop dan langsung kita tangani, kita bawa ke klinik di dalam Pemda untuk mendapatkan penanganan kesehatan yang paling baik untuk beliau,” ujarnya.

Evakuasi Sartini membuat dialog antara massa dan pejabat Pemkab Jember terhenti. Namun, massa tetap bertahan dan melanjutkan tuntutan mereka.

Massa kemudian bergerak ke halaman depan lobi Kantor Pemkab Jember. Mereka kembali mendesak agar ada pejabat yang bersedia menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen pemerintah menyelesaikan persoalan Pasar Tanjung.

Pakta tersebut memuat tujuh tuntutan. Di antaranya penyelesaian persoalan tata kelola pedagang dan akses jalan utama di kawasan Pasar Tanjung, penertiban aktivitas perdagangan yang menggunakan badan maupun bahu jalan, serta perubahan arah arus lalu lintas Jalan Samanhudi dari selatan ke utara.

Massa juga mendesak pemerintah menanggulangi dugaan pungutan liar, premanisme, dan intimidasi di kawasan Pasar Tanjung. Mereka meminta dibentuk Satgas Pasar Tanjung yang melibatkan pemerintah, pedagang, warga sekitar, akademisi, dan mahasiswa.

Selain itu, massa meminta seluruh kebijakan penataan Pasar Tanjung dilakukan secara transparan, partisipatif, dan berkeadilan.

Korlap aksi yang juga Wakil Ketua Bidang Politik GMNI Cabang Jember, Muhammad Faizīn, mengatakan tuntutan tersebut bukan untuk menghilangkan mata pencaharian pedagang.

“Menertibkan bukan berarti untuk mengusir pedagang yang ada di dalam, bukan berarti mengusir pedagang yang ada di jalan. Tapi intinya kita adalah mencari solusi yang berkeadilan,” kata Faizīn.

Menurutnya, salah satu persoalan utama yang perlu segera diselesaikan adalah beralihnya fungsi jalan di sekitar Pasar Tanjung menjadi lokasi aktivitas perdagangan.

“Disfungsi jalan harus segera diperbaiki. Fungsi jalan harus kembali menjadi akses jalan agar warga tidak terganggu, agar ketika keadaan darurat itu tidak menjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Faizīn juga menyoroti kondisi pedagang yang masih bertahan di dalam bangunan Pasar Tanjung. Ia menyebut berdasarkan kondisi yang mereka lihat, hanya sekitar 30 persen pedagang yang masih aktif berjualan di dalam bangunan pasar.

iklan warung gazebo