Aset Wakaf Tak Boleh Mangkrak, Wabup Banyuwangi Minta BWI Garap Sektor Kesehatan hingga Pendidikan

by -13 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Tantangan serupa juga digelorakan oleh Ketua BWI Jawa Timur, KH Mustanin. Saat melantik Zain Ihsan sebagai nahkoda baru BWI Banyuwangi, Kiai Mustanin langsung menyodorkan dua pekerjaan rumah (PR) utama.

Instruksi pertama adalah mengubah aset pasif menjadi mesin pencetak rupiah. Aset wakaf diwajibkan punya nilai ekonomis yang bisa menutupi biaya operasionalnya sendiri.


“Paling tidak, aset itu bisa membiayai dirinya sendiri. Kalau ada lebih, baru disalurkan untuk tetangga sekitar atau warga yang butuh,” jelas Kiai Mustanin.

Instruksi kedua tak kalah penting, yaitu menggenjot pengumpulan wakaf uang (*cash waqf*). Instrumen dana abadi umat ini dinilai masih sangat kurang tergarap maksimal di tingkat akar rumput.

Untuk merealisasikan hal itu, BWI Banyuwangi diminta merangkul Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU). Nazir-nazir baru harus dibentuk khusus untuk mengelola instrumen finansial ini.

“Pengurus harus keluar dari zona nyaman. Rajin-rajinlah sowan ke perusahaan, instansi, dan tokoh masyarakat agar literasi wakaf uang ini semakin masif,” pintanya.////////

iklan warung gazebo