Jember, seblang.com – Penanganan awal terhadap korban menjadi salah satu tahapan penting dalam situasi bencana alam. Di tengah kondisi darurat, keinginan untuk segera memberikan pertolongan perlu dibarengi dengan pemahaman yang benar agar tindakan yang dilakukan tidak justru memperburuk kondisi korban.
Pesan tersebut disampaikan Koordinator Pos SAR Jember S. Jefriyanzah Putra Pratama saat memberikan edukasi kepada relawan dalam kegiatan Penguatan Peran dan Sinergi Pentahelix dalam Rangka Pengurangan Risiko Bencana yang diselenggarakan BPBD Kabupaten Jember.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu (31/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026), itu digelar di kawasan Camping Ground Kalijompo, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.
Basarnas Jember hadir untuk memberikan pembekalan mengenai pertolongan pertama, khususnya dalam menghadapi korban bencana alam dan kondisi darurat lainnya. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan relawan yang berpotensi menjadi pihak pertama berada di lokasi kejadian.
“Terkait kegiatan ini, kami diundang dan memberikan edukasi terkait pertolongan pertama kepada korban bencana alam dan kecelakaan. Sehingga melakukan pertolongan dengan cara yang benar, sehingga tidak menyebabkan kondisi luka yang semakin parah,” kata Jefriyanzah, Minggu (1/11/2026).
Menurut dia, dalam kondisi darurat, masyarakat maupun relawan kerap terdorong untuk segera memberikan bantuan kepada korban. Namun, tindakan yang dilakukan tanpa pengetahuan dasar mengenai penanganan korban dapat menimbulkan risiko tambahan.
“Karena terkadang niat baik, tapi malah berujung fatal saat melakukan penanganan korban kecelakaan jika belum tepat,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemahaman mengenai langkah awal penanganan menjadi penting karena tidak semua korban dapat langsung ditangani dengan cara yang sama. Kondisi di lapangan perlu diperhatikan sebelum melakukan tindakan pertolongan.
“Hal itu banyak terjadi, jadi edukasi ini memberikan manfaat positif,” katanya.












