Menurut Gus Afif, berbagai aspirasi masyarakat Desa Tempuran nantinya akan disampaikan kepada pihak terkait, baik di tingkat daerah maupun pemerintah pusat, sesuai dengan kewenangan dan kebijakannya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan dua program prioritas yang bersumber dari dana desa, yakni pelayanan kesehatan Posyandu dan penyaluran BLT yang disaksikannya secara langsung di Balai Desa Tempuran.
Menurutnya, pelaksanaan kedua program tersebut merupakan langkah positif karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Terkait BLT, Gus Afif mengingatkan agar bantuan tersebut dimanfaatkan sebagai stimulus ekonomi sekaligus jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui BLT, ini diharapkan bisa menjadi stimulus ekonomi sebagai jaring pengaman sosial untuk masyarakat. Supaya mereka bisa membelanjakannya untuk kebutuhan pokok,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan BLT untuk mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi keluarga.
“Kita juga perlu menyampaikan bahwa BLT ini untuk ketahanan pangan keluarga, supaya bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan gizi keluarga. Bukan untuk hal yang lain, tetapi lebih untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan gizi keluarga. Itu yang diamanahkan oleh undang-undang dan perlu terus diberikan edukasi,” jelasnya.
Karena itu, Gus Afif meminta perangkat desa dan petugas terkait aktif memberikan pemahaman kepada penerima bantuan mengenai tujuan penggunaan BLT.
“Kepada para petugas desa agar rajin memberikan pemahaman supaya BLT ini murni difungsikan untuk kebutuhan pokok dan kebutuhan gizi keluarga,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tempuran, Ispandi, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Gus Afif ke Desa Tempuran.
“Alhamdulillah, saya merasa bangga dan bersyukur Desa Tempuran Pungging dikunjungi Staf Khusus Kemendes. Mudah-mudahan kunjungan Gus Afif dapat membawa manfaat bagi kemajuan Desa Tempuran, mengangkat perekonomian masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Ispandi.
Ia berharap berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam pertemuan tersebut mendapat perhatian pemerintah, terutama terkait kesejahteraan, lapangan pekerjaan, serta pembangunan sarana dan prasarana desa.
“Semoga apa yang menjadi keluhan masyarakat, salah satunya tentang kesejahteraan, lapangan pekerjaan dan sarana prasarana Desa Tempuran yang belum dapat dilaksanakan pemerintah, dapat ditindaklanjuti oleh Kemendes agar nantinya bisa terealisasi dengan baik,” pungkasnya. (ris)










