Menurutnya, pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat dukungan dari masyarakat dan berbagai unsur yang ada di Desa Tuliskriyo. Warga juga diberikan ruang untuk berpartisipasi dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI.
Mashuriono mengatakan, Upacara Kerakyatan tersebut akan diupayakan menjadi agenda rutin desa. Pemerintah Desa Tuliskriyo berencana menganggarkan kegiatan tersebut pada tahun 2027.
“Ke depannya agenda upacara ini akan dijadikan sebagai agenda rutin desa. Akan kita anggarkan di tahun 2027 dan akan kita semarakkan juga dengan kegiatan yang lebih besar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mashuriono juga menyampaikan sejumlah capaian Desa Tuliskriyo. Salah satunya, desa tersebut dipercaya sebagai desa percontohan desa inklusi tingkat nasional.
Selain itu, Desa Tuliskriyo menjalankan program restorative justice dalam penyelesaian persoalan di masyarakat. Program tersebut mengedepankan musyawarah dan pendekatan kekeluargaan dalam mencari penyelesaian.
Di bidang lingkungan, Desa Tuliskriyo juga mencatat prestasi dalam Lomba Desa Berseri tingkat Provinsi Jawa Timur serta terus mengembangkan konsep desa digital untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Keterlibatan warga dari berbagai wilayah dalam Upacara Kerakyatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Desa Tuliskriyo.











