Banyuwangi, seblang.com – Tidak hanya mengedukasi masyarakat, Barnas Hadi Kusuma juga merasakan langsung manfaat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satu pegawai BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi tersebut menjalani rangkaian pelayanan, mulai dari skrining riwayat kesehatan, pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), hingga pemantauan rutin melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
Pengalaman tersebut bermula pada April 2026 saat Barnas mengikuti Skrining Riwayat Kesehatan (SRK). Dari hasil skrining, ia diketahui memiliki risiko diabetes melitus (DM) dan hipertensi (HT). Barnas kemudian menindaklanjutinya dengan mendatangi FKTP untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
“Setelah mengisi skrining, saya kemudian datang ke FKTP untuk melakukan pemeriksaan. Saat itu dilakukan pemeriksaan gula darah puasa dan hasilnya 164 mg/dL. Memang waktu itu gula darah saya agak naik turun karena baru selesai puasa,” cerita Barnas saat ditemui pada Rabu (30/9).
Setelah pemeriksaan, kondisi Barnas kemudian dipantau oleh FKTP. Berdasarkan hasil penilaian, Barnas memenuhi kriteria Time, Age, Complication, Comorbidity (TACC), sehingga dimasukkan sebagai peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis Muda (Prolanis Muda) untuk mendapatkan pemantauan kesehatan secara rutin setiap bulan.
“Jadi sejak April 2026 saya mulai mengikuti Prolanis dan secara konsisten ikut setiap bulannya. Dengan mengikuti program Prolanis ini, saya mendapatkan pemantauan kondisi kesehatan, konsultasi, edukasi kesehatan, serta kegiatan lainnya,” ungkapnya.
Bagi Barnas, pengalaman tersebut menjadi gambaran langsung bagaimana pelayanan JKN dijalani ketika peserta membutuhkan layanan kesehatan. Ia mengikuti tahapan mulai dari skrining, pemeriksaan di FKTP, pemantauan kondisi, hingga mendapatkan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhannya.












