Ubah Faskes Jadi Praktis, Dian Andalkan Mobile JKN Banyuwangi

by -15 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Kehadiran aplikasi Mobile JKN menjadi wujud transformasi digital BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kemudahan akses layanan bagi peserta. Melalui aplikasi ini, berbagai kebutuhan administrasi dan layanan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat diakses dengan mudah, cepat, dan setara.

Hal ini dirasakan langsung oleh Dian Patriawan (69), peserta JKN segmen Penerima Pensiun Swasta asal Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Dian merasa terbantu dengan kemudahan yang ditawarkan aplikasi Mobile JKN, terutama dalam proses perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

“Saya baru saja pindah domisili dari Kabupaten Situbondo ke Kabupaten Banyuwangi. Mengingat kondisi kesehatan yang rentan di usia saya saat ini, saya pun berinisiatif memindahkan FKTP ke wilayah Banyuwangi sebagai langkah antisipasi,” ungkap Dian, Jumat (24/04).

Awalnya, Dian mengira proses perubahan fasilitas kesehatan akan memakan waktu lama dan memerlukan prosedur administrasi yang cukup rumit, seperti harus datang ke kantor serta membawa berbagai berkas. Namun, kini ia mengaku cukup mengunduh aplikasi Mobile JKN melalui Play Store.

“Pendaftaran aplikasi Mobile JKN cukup menggunakan NIK. Selanjutnya, saya hanya perlu memilih menu Perubahan Data Peserta dan melanjutkan ke opsi Ubah FKTP. Sistem kemudian menampilkan daftar FKTP sesuai dengan wilayah yang saya pilih. Dari situ, saya bisa menentukan FKTP yang diinginkan dan langsung menyimpan perubahan tersebut,” imbuhnya.

Dian menjelaskan bahwa perubahan FKTP yang dilakukannya akan mulai berlaku pada tanggal 1 bulan berikutnya. Selama masa tersebut, ia tetap dapat mengakses layanan di faskes sebelumnya.

Tidak hanya itu, Dian juga mengetahui bahwa Program JKN memiliki prinsip portabilitas, yang memungkinkan peserta tetap dapat mengakses layanan kesehatan di luar daerah tempat faskes terdaftar. Hal ini menurutnya sangat membantu, terutama ketika sedang berada di luar kota.

“Apabila sedang di luar kota, tetap bisa berobat tanpa harus pindah faskes, dengan ketentuan yang berlaku. Ini sangat memudahkan, apalagi saya masih sesekali harus ke Kabupaten Situbondo,” katanya.

Selain fitur pindah FKTP, Dian juga memanfaatkan fitur lain di Mobile JKN, seperti pendaftaran antrean online. Ia menjelaskan bahwa fitur ini memungkinkannya memilih tanggal dan mengikuti jadwal dokter tanpa harus datang pagi-pagi untuk mengambil nomor antrean.

“Sekarang lebih mudah, tidak perlu antre lama dan datang pagi untuk ambil nomor antrean. Saya bisa mendaftar dari rumah, memilih hari, poli, serta dokter yang diinginkan,” tambahnya.

Di sisi lain, Dian juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan. Ia mengaku pernah menerima panggilan dari nomor tidak dikenal yang mencurigakan.

“Jika ada yang meminta data atau uang mengatasnamakan BPJS Kesehatan, sebaiknya berhati-hati. Semua layanan administrasi di BPJS Kesehatan itu gratis, baik layanan tatap muka maupun non-tatap muka,” tegasnya.

Sebagai peserta, Dian merasakan bahwa kehadiran Program JKN sangat membantu, terutama dalam mengurangi beban biaya pelayanan kesehatan yang cukup besar. Ia pun berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan yang tersedia secara optimal, termasuk melalui aplikasi Mobile JKN. /////////

iklan warung gazebo