Bupati Malang: Pembangunan Ponpes Raudlatul Ulum 2 Putri Investasi Peradaban dan Generasi Masa Depan

by -3 Views
Wartawan: Achmad Soeseno
Ket foto. Bupati Malang, HM Sanusi (baju batik) didampingi pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2, KH. M.Hamim Kholili saat menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan Ponpes untuk putri
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Malang, seblang.comBupati Malang HM Sanusi menegaskan pembangunan Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2 Putri di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, bukan sekadar pembangunan gedung pendidikan, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muslimah yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing di tengah perkembangan zaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Sanusi saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Ponpes Raudlatul Ulum 2 Putri, Jumat (5/6).

Menurutnya, keberadaan pesantren memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang kuat secara intelektual maupun spiritual.

“Momentum peletakan batu pertama ini bukan sekadar awal pembangunan fisik sebuah bangunan, tetapi juga peletakan fondasi bagi lahirnya generasi muslimah yang berilmu, berakhlak mulia, berkarakter kuat, dan mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” ujar Sanusi.

Ia menilai pembangunan fasilitas pendidikan pesantren layak mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat karena manfaatnya jauh melampaui aspek fisik bangunan. Menurutnya, yang sesungguhnya dibangun adalah peradaban, ilmu pengetahuan, dan karakter generasi masa depan.

Sanusi menjelaskan, Kabupaten Malang memiliki tradisi keislaman yang kuat dengan ratusan pondok pesantren yang selama ini menjadi pusat pendidikan, pembinaan umat, serta penguatan nilai-nilai keagamaan.

Pesantren juga dinilai berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pembentukan karakter generasi muda.

Di tengah pesatnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, Sanusi menegaskan pentingnya pendidikan pesantren sebagai benteng moral sekaligus sarana pembentukan karakter.

“Pendidikan pesantren memiliki posisi yang sangat strategis. Pesantren mampu menghadirkan keseimbangan antara ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan penguatan nilai-nilai keagamaan,” katanya.

Bupati Malang berharap pembangunan ponpes putri tersebut mampu menghadirkan sarana belajar yang lebih representatif dan nyaman sehingga proses pendidikan berjalan optimal. Ia berharap dari lembaga tersebut lahir hafidzah, ulama perempuan, pendidik, pemimpin, serta generasi penerus bangsa yang membawa kemaslahatan bagi umat.

Pemerintah Kabupaten Malang senantiasa mendukung berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan keagamaan. Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia,” tegasnya.

Sanusi juga mengajak para donatur, alumni, wali santri, dan masyarakat luas untuk turut berpartisipasi menyukseskan pembangunan pondok pesantren hingga tuntas.

“Mari kita jadikan pembangunan ini sebagai amal jariyah bersama. Setiap batu yang diletakkan, setiap rupiah yang disedekahkan, dan setiap doa yang dipanjatkan akan menjadi investasi akhirat yang pahalanya terus mengalir,” tandasnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Raudlatul Ulum 2, KH Muhammad Hamim Kholili, menjelaskan pembangunan tahap awal difokuskan pada ruang pembelajaran di lantai dua dan pembangunan asrama santri putri yang kebutuhannya terus meningkat.

“Yang kita bangun sekarang ini lantai dua yang nantinya digunakan sebagai ruang pembelajaran. Kemudian di bagian utara akan dibangun asrama putri karena kebutuhan sudah semakin besar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, ke depan kawasan pendidikan putra dan putri akan dipisahkan untuk mendukung efektivitas pembinaan santri. Kompleks lama akan difokuskan bagi santri putra, sedangkan lokasi baru menjadi kawasan khusus santri putri.

Pembangunan tersebut berdiri di atas tanah wakaf milik Haji Sulaiman dengan ukuran bangunan sekitar 14 x 14 meter dan direncanakan terdiri dari dua lantai.

Menurut Hamim, tantangan pesantren saat ini adalah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi identitas pesantren.

“Pesantren harus mengikuti perkembangan zaman dan tetap fleksibel. Namun pesantren memiliki akar sejarah yang panjang dan terbukti mampu bertahan hingga sekarang,” katanya.

Terkait pengawasan lingkungan pesantren, pihaknya telah memasang CCTV di hampir seluruh area pondok sebagai langkah pencegahan dan pengawasan, kecuali di dalam kamar santri yang berkaitan dengan privasi.

Saat ini Ponpes Raudlatul Ulum 2 menampung sekitar seribu santri. Hamim menegaskan pesantren tetap berkomitmen membuka akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sebagai bagian dari pengabdian kepada umat dan masyarakat.

iklan warung gazebo