SPMB Banyuwangi 2026 Dikawal Ketat, Wabup Tegaskan Tak Ada Titipan dan Manipulasi Data

by -7 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Pemkab Banyuwangi bersama Forkopimda dan sejumlah pihak terkait menggelar Deklarasi dan Penandatanganan Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, Rabu (13/5/2026).

Deklarasi tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan SPMB berjalan bersih, transparan, dan akuntabel, sekaligus menjamin seluruh anak di Banyuwangi mendapatkan hak pendidikan tanpa terkecuali.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menegaskan tidak boleh ada anak yang gagal sekolah hanya karena persoalan ekonomi maupun kendala administratif.

“Semua anak Banyuwangi harus sekolah. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Tidak boleh ada alasan karena kendala ekonomi,” tegas Mujiono usai deklarasi.

Ia juga mewanti-wanti seluruh pihak agar tidak bermain dalam proses penerimaan siswa baru. Menurutnya, praktik titipan hingga manipulasi data harus dicegah sejak awal.

“Semua peserta harus mengikuti pelaksanaan SPMB secara jujur. Tidak boleh ada praktik titipan, manipulasi data, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Mujiono meminta Dinas Pendidikan bersama seluruh kepala sekolah mengawal ketat pelaksanaan SPMB agar tidak ada siswa yang terhambat masuk sekolah karena persoalan kuota maupun administrasi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menjelaskan SPMB 2026 dibuka untuk jenjang PAUD, SD, hingga SMP.

Untuk jenjang SD, penerimaan dilakukan melalui tiga jalur, yakni afirmasi, mutasi, dan domisili.

Jalur afirmasi diperuntukkan bagi anak dari keluarga miskin dan anak berkebutuhan khusus. Jalur mutasi bagi siswa yang mengikuti perpindahan tugas orang tua. Sedangkan jalur domisili menggunakan sistem jarak rumah dengan sekolah berbasis titik koordinat.

“Pendaftaran afirmasi dan mutasi SD dibuka mulai 18–26 Mei dan diumumkan pada 29 Mei. Jalur domisili dibuka mulai 18 Mei hingga 13 Juni,” jelas Alfian.

Sedangkan untuk jenjang SMP terdapat empat jalur penerimaan, yakni afirmasi, mutasi, prestasi, dan domisili.

Pendaftaran afirmasi dan mutasi SMP dibuka pada 19–20 Mei dan diumumkan 21 Mei. Jalur prestasi dibuka 3–4 Juni dan diumumkan 5–6 Juni. Sementara jalur domisili berlangsung 8–9 Juni dan diumumkan 10–11 Juni.

“Pendaftaran SMP seluruhnya dilakukan secara online,” katanya.

Menariknya, Pemkab Banyuwangi kembali memberikan perhatian khusus kepada siswa penghafal Al-Qur’an melalui jalur prestasi nonakademik.

Hafiz 3 juz mendapat nilai setara juara tingkat kabupaten, hafiz 5 juz setara juara tingkat provinsi, dan hafiz 7 juz disetarakan dengan juara tingkat nasional.

“Program ini sudah kami mulai sejak tahun lalu,” pungkas Alfian. (*)

iklan warung gazebo