Seblang Bakungan Jadi Magnet Wisata Libur Idul Adha, Tradisi Sakral Osing yang Bertahan Sejak Abad ke-17

by -5 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Ritual Seblang Bakungan kembali menunjukkan pesonanya. Tradisi sakral masyarakat Osing yang telah bertahan sejak ratusan tahun lalu itu menjadi magnet wisata saat libur panjang Idul Adha di Banyuwangi.

Ribuan warga dan wisatawan memadati Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, untuk menyaksikan langsung ritual yang diyakini telah berlangsung sejak 1639 tersebut. Keunikan Seblang yang memadukan unsur budaya, spiritualitas, dan kebersamaan warga membuatnya tetap eksis di tengah derasnya modernisasi.

Seblang Bakungan merupakan tarian sakral yang dibawakan perempuan paruh baya dalam kondisi trance atau kehilangan kesadaran. Tahun ini, ritual tersebut diperankan oleh Isni (54), yang untuk ketiga kalinya dipercaya menjadi penari Seblang.

Rangkaian Seblang diawali dengan salat magrib dan salat hajat yang dilakukan warga untuk memohon keselamatan serta kesejahteraan desa. Setelah itu, masyarakat menggelar kenduri massal dan prosesi ider bumi dengan membawa oncor atau obor mengelilingi kampung.

Suasana khas tradisi Osing semakin terasa saat warga menikmati tumpeng dan pecel pithik bersama-sama di sepanjang jalan desa yang diterangi cahaya obor.

Puncak ritual terjadi ketika Isni memasuki kondisi trance dan mulai menari dengan mata terpejam mengikuti alunan gending tradisional seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto. Dalam kepercayaan masyarakat setempat, saat itulah roh leluhur hadir menyatu dalam ritual Seblang.

Keunikan tersebut membuat Seblang menjadi salah satu atraksi budaya paling khas di Banyuwangi. Banyak wisatawan yang datang khusus untuk menyaksikan ritual yang tidak dapat ditemukan di daerah lain.

iklan warung gazebo