Saat Warga Madiun Sulit Cari Kerja, Puluhan TKA Diduga Kerjakan Pekerjaan Kasar di Proyek PT Sindo

by -53 Views
Wartawan: Puguh Setiawan
Keterangan foto : Halaman depan PT. Sindo Idustri Indonesia. Foto : Puguh/seblang.com
aston banyuwangi

Madiun, seblang.com – Dugaan puluhan tenaga kerja asing (TKA) mengerjakan pekerjaan kasar di proyek pembangunan pabrik PT Sindo Industri Indonesia, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, menjadi sorotan. Isu ini mencuat di tengah keluhan warga yang mengaku semakin sulit mendapatkan pekerjaan.

Penelusuran seblang.com di lapangan menemukan informasi adanya sekitar 60 TKA yang bekerja di proyek tersebut. Mereka disebut tidak hanya menangani pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus, tetapi juga mengerjakan pekerjaan konstruksi yang umumnya dapat dilakukan tenaga kerja lokal, seperti pekerjaan perkayuan, pemasangan scaffolding, hingga pembuatan bekesting.

“Informasi yang saya terima jumlahnya cukup banyak, sekitar 60 orang. Mereka tidak semuanya mengerjakan pekerjaan khusus, tetapi juga ada yang menangani pekerjaan perkayuan dan pekerjaan kasar lainnya,” ujar Suwito, warga setempat, Kamis (30/7/2026).

Menurut Suwito, sebagian pekerja asing tinggal di dalam kawasan proyek, sementara sebagian lainnya menempati rumah kos di sekitar lokasi pembangunan.

“Tidak semua tidur di lokasi proyek. Ada juga yang tinggal di kos-kosan dekat proyek. Kemarin yang tidur di dalam proyek sekitar 60 orang, tapi tadi menurut teman saya jumlahnya sudah berkurang sekitar 30 orang. Saya tidak tahu yang lainnya ke mana,” katanya.

Warga lainnya, Purnomo, mempertanyakan legalitas para pekerja asing tersebut. Ia mengaku memperoleh informasi bahwa saat dilakukan inspeksi, sejumlah TKA diduga menghindari pemeriksaan petugas.

“Kalau memang seluruh dokumennya lengkap, seharusnya tidak ada alasan untuk menghindar saat ada pemeriksaan. Itu yang kemudian menimbulkan dugaan di masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lokasi bersama petugas Imigrasi setelah menerima informasi dari masyarakat.

Hasil pemeriksaan menunjukkan hanya tujuh tenaga kerja asing yang berada di lokasi proyek. Berdasarkan verifikasi bersama Imigrasi, seluruh TKA tersebut memiliki dokumen keimigrasian dan perizinan yang lengkap.

“Begitu ada informasi kami langsung turun ke lokasi. Saat dilakukan pengecekan terdapat tujuh TKA dan hasil verifikasi bersama Imigrasi menunjukkan dokumen mereka lengkap,” kata Arik.

Ia menduga informasi mengenai puluhan TKA muncul karena adanya mobilitas pekerja asing yang juga menangani pembangunan pabrik lain milik grup perusahaan yang sama di Kabupaten Ngawi.

“PT Sindo masih satu grup dengan Sintec yang juga sedang membangun pabrik di Ngawi. Kemungkinan masyarakat melihat pergerakan TKA di dua lokasi tersebut. Untuk data yang lebih detail mengenai keberadaan TKA tetap menjadi kewenangan pihak Imigrasi,” jelasnya.

Sementara itu, seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa pada Kamis pagi petugas Imigrasi Kelas II Madiun kembali mendatangi lokasi proyek. Menurut sumber tersebut, sejumlah tenaga kerja asing dibawa menggunakan kendaraan operasional Imigrasi. Hingga sore hari, sekitar 30 pekerja asing yang sebelumnya berada di lokasi disebut belum terlihat kembali.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Imigrasi Kelas II Madiun terkait kedatangan petugas maupun hasil pemeriksaan tersebut. Seblang.com juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari manajemen PT Sindo Industri Indonesia mengenai dugaan puluhan TKA yang bekerja di proyek pembangunan pabrik tersebut.

iklan warung gazebo