Tulungagung, seblang.com – Upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan Puskesmas Kauman, Kabupaten Tulungagung. Salah satunya melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di Balai Desa Banaran, Kecamatan Kauman, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program CKG Kementerian Kesehatan yang dijalankan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melalui fasilitas pelayanan kesehatan di wilayahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr. Desi Lusiana Wardhani, melalui Kepala Puskesmas Kauman, dr. Nanik Azizah, mengatakan program CKG memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan secara gratis.
“Program CKG ini dapat dimanfaatkan secara gratis satu kali dalam setahun. Kami berharap masyarakat Tulungagung semakin sadar untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara berkala,” kata dr. Nanik.
Ia menjelaskan, pemeriksaan tersebut tidak hanya ditujukan bagi warga yang sedang mengalami keluhan kesehatan. CKG juga menjadi sarana untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini, khususnya Penyakit Tidak Menular (PTM).
Dalam pelaksanaannya, warga menjalani sejumlah pemeriksaan dasar, mulai dari tekanan darah, kadar gula darah, berat dan tinggi badan, hingga lingkar perut. Pemeriksaan juga mencakup skrining penglihatan, pendengaran, kesehatan jiwa, serta evaluasi perilaku merokok.
Program CKG telah berjalan secara nasional sejak 2025 dengan sasaran seluruh kelompok usia, mulai bayi, anak-anak, usia produktif, hingga lanjut usia.
Untuk mengikuti pemeriksaan, masyarakat cukup menyiapkan fotokopi KTP atau Kartu Keluarga (KK) serta nomor WhatsApp aktif. Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi CKG Kementerian Kesehatan maupun aplikasi SatuSehat Mobile.
Bagi warga yang belum terbiasa melakukan pendaftaran secara daring, Puskesmas Kauman juga menyediakan pendampingan melalui petugas di Ponkesdes, Posyandu, maupun Puskesmas.
Menurut dr. Nanik, pelaksanaan CKG di wilayah Kauman telah dipersiapkan melalui perencanaan pelayanan atau microplanning. Pelaksanaan program kemudian dipantau dan dievaluasi secara berkala agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Secara nasional, Kementerian Kesehatan menargetkan cakupan CKG pada 2026 mencapai 46 persen dari total populasi penduduk.
Lebih lanjut, dr. Nanik mengatakan hasil pemeriksaan menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan langkah selanjutnya. Warga yang ditemukan memiliki faktor risiko atau keluhan kesehatan akan mendapatkan tindak lanjut sesuai dengan kondisi masing-masing.
“Kalau dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya risiko atau keluhan kesehatan, akan kami tindak lanjuti. Bila diperlukan, pasien akan dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan untuk mendapatkan penanganan,” jelasnya.
Melalui program CKG, Puskesmas Kauman mengajak masyarakat untuk tidak menunggu sakit terlebih dahulu sebelum memeriksakan kesehatan. Deteksi dini diharapkan dapat membantu menemukan risiko penyakit lebih awal sehingga upaya pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.










