Menurut Edy, setibanya di lokasi petugas lebih dulu melakukan asesmen sebelum menentukan metode penyelamatan.
“Keselamatan korban menjadi prioritas. Semua tahapan dilakukan sesuai standar penyelamatan di ketinggian sehingga risiko dapat diminimalkan,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan saksi, korban bersama beberapa warga sedang memperbaiki atap masjid. Sekitar pukul 15.30 WIB, Asnawi mengeluhkan pusing hingga tidak dapat melanjutkan pekerjaan.
“Warga sudah mengambil keputusan yang tepat dengan tidak memaksakan evakuasi sendiri. Kondisi seperti ini membutuhkan personel dan peralatan khusus,” ujar Edy.
Korban akhirnya berhasil diturunkan dalam kondisi selamat. “Saat itu juga korban langsung dievakuasi ke ambulans untuk dibawa ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.










