Malang, seblang.com – Politisi senior PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, menegaskan kembali komitmen partainya dalam memperjuangkan hak-hak buruh saat memperingati Hari Buruh Internasional 2026. Peringatan tersebut dipusatkan di Pabrik Rokok Sayap Mas Nusantara, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (30/4/2026), dengan fokus utama pada buruh perempuan.
Dalam kegiatan tersebut, PDI Perjuangan menggelar aksi sosial sebagai bentuk keberpihakan terhadap kaum pekerja, khususnya perempuan yang dinilai memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi keluarga. Ribka menegaskan bahwa pemilihan Malang sebagai lokasi bukan tanpa alasan, melainkan karena kuatnya basis buruh perempuan di wilayah tersebut.
“PDI Perjuangan memperingati Hari Buruh tingkat nasional, dan kali ini kita fokuskan di Malang. Kenapa di Malang? Karena kita mencari basis buruh yang banyak perempuan. Sekalian ini juga momentum memperingati semangat Kartini,” tegas Ribka.

Ia menilai buruh perempuan memiliki posisi penting yang sering kali luput dari perhatian. Menurutnya, mereka adalah sosok “Kartini masa kini” yang tidak hanya bekerja, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga.
“Buruh perempuan itu juga Kartini-Kartini yang ikut menegakkan perekonomian keluarga. Karena itu, kita mencari pabrik yang mayoritas buruhnya perempuan. Saya dengar di sini ada sekitar 2.000 buruh perempuan,” ungkapnya.
Ribka juga membandingkan kegiatan serupa yang sebelumnya pernah dilakukan di wilayah Tangerang. Namun, untuk wilayah Jawa Timur, Kabupaten Malang dipilih karena dinilai representatif dalam menggambarkan kondisi riil buruh perempuan di sektor industri, khususnya industri rokok.
Dalam kesempatan tersebut, Ribka kembali menyoroti isu klasik yang hingga kini belum terselesaikan, yakni tuntutan “Tri Layak” bagi buruh. Ia menegaskan bahwa perjuangan tersebut masih menjadi agenda utama PDI Perjuangan.










