Banyuwangi, seblang.com – Seekor monyet ekor panjang jantan diserahkan masyarakat kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur melalui Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi, Kamis (30/4/2026).
Hewan primata yang belum termasuk satwa dilindungi di Indonesia itu diterima petugas dalam kondisi sehat, dan akan menjalani penanganan lanjutan sebelum dikembalikan ke habitat alaminya.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi, Dwi Putro Sugiarto, menyampaikan apresiasi atas kesadaran masyarakat yang telah melaporkan sekaligus menyerahkan satwa tersebut secara sukarela kepada pihak berwenang.
Menurutnya, monyet ekor panjang merupakan satwa liar yang populasinya masih cukup banyak ditemukan di wilayah Banyuwangi, terutama di kawasan konservasi dan hutan.
Habitat alaminya tersebar di sejumlah kawasan penting seperti Taman Wisata Alam Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, hingga kawasan hutan milik Perum Perhutani.
Namun, keberadaannya yang kerap terlihat dekat dengan manusia sering memunculkan anggapan bahwa satwa ini jinak dan aman untuk dipelihara.
Padahal, kata Dwi, monyet ekor panjang tetap satwa liar yang memiliki naluri alami dan bisa berubah agresif sewaktu-waktu.
“Secara sekilas memang terlihat lucu dan menggemaskan, sehingga banyak masyarakat tertarik memelihara. Tapi satwa liar seperti monyet ekor panjang ini cukup berbahaya,” ujarnya.
Dwi mengungkapkan, terjadi banyak kasus serangan monyet ekor panjang terhadap manusia. Kelompok yang paling rentan menjadi sasaran adalah anak-anak dan orang lanjut usia karena kondisi fisik yang lebih lemah.










