Banyuwangi, seblang.com – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang berstatus Program Strategis Nasional (PSN) di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, mulai memicu persoalan. Proses penanaman paku bumi pada proyek tersebut dilaporkan menimbulkan keresahan bagi sejumlah warga sekitar.
Berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar, pemasangan tiang pancang dilakukan hingga malam hari, Kamis (30/4/2026).
Cak Pono, salah satu warga yang terdampak, mengaku tidak mempermasalahkan adanya proyek tersebut. Namun, ia menilai sosialisasi dari pihak pelaksana proyek masih sangat minim.
“Namanya juga untuk rakyat, saya memahami kalau dalam suatu proyek pasti ada kebisingan. Cuma, yang kami sayangkan, pihak penanggung jawab proyek saya anggap kurang melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Ini yang membuat warga geram,” ujar Cak Pono, yang juga dikenal sebagai aktivis senior Banyuwangi.
Akibat aktivitas pemasangan paku bumi, sejumlah warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi proyek mengeluhkan getaran cukup kuat. Bahkan, rumah mereka sempat bergetar seperti terjadi gempa.
Selain getaran, warga juga mengeluhkan minimnya fasilitas penerangan di sekitar proyek. Mereka menyayangkan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut tidak menyediakan lampu penerangan jalan bagi masyarakat.
“Menurut saya, ini proyek miliaran rupiah dan pasti banyak lalu lalang kendaraan proyek. Setidaknya pihak proyek menyediakan lampu penerangan karena ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Beberapa minggu lalu sudah ada korban hingga meninggal dunia, dan itu pekerja proyek yang membersihkan jalan akibat jatuhnya material,” tambah Cak Pono, yang juga penggerak Paguyuban Serikat Manusia Merdeka.
Saat dikonfirmasi, pihak kontraktor SR, Dana, mengaku sudah tidak lagi bertugas di Banyuwangi.
“Untuk saat ini saya kurang paham terkait masalah SR Banyuwangi, karena saya sudah dipindah ke proyek SR lainnya,” pungkasnya.////////////////










