“Mudah-mudahan karena masjid ini berhimpitan dengan Polsek, masyarakat tidak lagi enggan datang ke Polsek. Sambil beribadah, masyarakat juga bisa berinteraksi dan bersilaturahmi,” katanya.
Pemilik Masjid Budi Irianti, H. Siswanto, mengatakan masjid tersebut pada awalnya merupakan musala yang berada di lingkungan Polsek Lawang. Setelah melalui proses perizinan secara berjenjang di internal kepolisian, bangunan itu kemudian dikembangkan menjadi masjid yang dapat digunakan masyarakat luas.
Menurut Siswanto, sejak awal Masjid Budi Irianti dibangun dengan semangat keterbukaan. Tidak ada batasan organisasi maupun golongan bagi masyarakat yang ingin beribadah atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
“Masjid ini nasional, tidak pandang Muhammadiyah, NU, atau yang lainnya. Tidak ada. Ini masjid untuk semua dan supaya bermanfaat bagi orang banyak,” tegas Siswanto.
Semangat menjadi tempat yang memberi manfaat tersebut juga menjadi pesan utama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini. Siswanto berharap jamaah tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga mampu menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sosial.
“Semoga kita yang hadir bisa mencontoh suri teladan Rasulullah. Mudah-mudahan semua yang hadir diberikan keberkahan dan kesehatan serta bisa mengambil hikmah dari peringatan ini, yaitu sebisa mungkin menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya.
Ia memastikan peringatan Maulid Nabi akan terus digelar setiap tahun. Selain menjadi kegiatan keagamaan, agenda tersebut diharapkan mampu memperkuat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Dengan fungsi sebagai tempat ibadah, ruang sosial, tempat singgah pengguna jalan, hingga jembatan interaksi antara masyarakat dan kepolisian, Masjid Budi Irianti kini menjadi salah satu ruang bersama yang tumbuh di tengah kawasan Polsek Lawang.
“Harapan saya, semua yang hadir bisa menjalin silaturahmi yang lebih erat dan ukhuwah Islamiyah yang lebih dekat, sehingga kita bisa bersatu dan kompak,” pungkas Siswanto.///////










